Ini Tanggapan Keraton di Cirebon soal Wacana Provinsi Sunda

oleh -2.427 views
Sultan-Kacirebonan-Abdul-Gani
Sultan Keraton Kacirebonan IX, Pangeran Raja Abdul Gani Natadiningrat. Foto: Dedi Haryadi/radarcirebon.com

CIREBON – Usulan penggantian nama Provinsi Jawa Barat menjadi Provinsi Sunda terus menuai beragam reaksi. Tak terkecuali dari keraton yang ada di Kota Cirebon.

Sultan Keraton Kacirebonan IX Pangeran Raja Abdul Gani Natadiningrat ditemui radarcirebon.com mengatakan, Provinsi Jawa Barat jangan diubah menjadi Provinsi Sunda.

“Agar di kemudian hari tidak terjadi suatu permasalahan, lebih baik tetap Provinsi Jawa Barat saja, tidak perlu diganti nama,” katanya di Keraton Kacirebonan, Jumat (16/10).

Baca juga:

P3C Setuju Provinsi Jawa Barat Berganti Nama Sunda, Ini Catatannya

Ketimbang Provinsi Sunda Lebih Penting Bahas Ini

Soal Provinsi Sunda, Kang Emil: Pergantian Nama Tidak Mudah

Menurut Pangeran Raja Abdul Gani Natadiningrat, di Jawa Barat banyak beranekaragam budaya dan suku.

“Di Jawa Barat ini kan ada Jawa Cirebon dan Betawi. Jadi menurut saya Jawa Barat lebih fokus dan berkonsentrasi bagaimana membangun daerah agar masyarakat lebih sejahtera,” ujarnya.

Di tempat terpisah, Juru Bicara Keraton Kanoman Cirebon Ratu Raja Arimbi Nurtina menyebutkan, pergantian nama Provinsi Jawa Barat menjadi Provinsi Sunda perlu kajian mendalam. Tidak bisa asal mengganti dan memutuskan sepihak.

“Hal ini perlu persiapan dan kajian dari berbagai kalangan seperti sejarawan, budayawan bahkan masyarakat umum. Kajian tersebut sangat penting dan untuk memutuskan mengganti nama provinsi butuh waktu lama. Sebab, mengganti nama daerah yang sudah melekat akan berdampak kepada masyarakat. Maka dari itu apakah layak diganti atau masih bisa dipertahankan harus dikaji dulu,” sebutnya.

Masih kata Arimbi, Keraton Kanomon Cirebon siap memberikan kontribusi terbaik dalam memajukan daerah baik Jawa Barat maupun Cirebon.

Sementara itu, Sultan Kasepuhan XV, PRA Luqman Zulqaedin menuturkan, implikasi penggunaan nama Provinsi Sunda akan berpengaruh secara psikologis pada masyarakat yang tidak berlatar budaya Sunda.

“Tidak semua wilayah di Jawa Barat saat ini berdimensi budaya dan suku Sunda, seperti wilayah Cirebon, Indramayu dan lainnya. Jadi, sebaiknya tetap menggunakan nama Jawa Barat,” tuturnya singkat. (rdh)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *