Polisi Ciduk Dua Pengedar Obat Keras

oleh -1.759 views
Pengedar-Obat-Keras
Polisi mengamankan dua pengedar obat IE (25) dan SB (24) berserta barang bukti. FOTO: CECEP NACEPI/RADAR CIREBON

CIREBON – Dua pengedar obat keras terbatas atau sediaan farmasi tanpa izin edar di Desa Gegesik Kidul, Kecamatan Gegesik, Kabupaten Cirebon, dibekuk jajaran Satuan Reserse Narkoba Polresta Cirebon. Dua tersangka yang diamankan bernama IE (25) dan SB (24), keduanya merupakan warga Desa Gegesik Kidul.

Kapolresta Cirebon Kombes Pol M Syahduddi melalui Kasat Narkoba Kompol Sentosa Sembiring mengatakan, pengungkapan tersangka berawal ketika mendapatkan laporan dari masyarakat adanya penjual obat terlarang di wilayah Desa Gegesik. Pihaknya langsung menerjunkan anggota untuk melakukan penyelidikan.

Identitas tersangka pun dikantongi polisi. Saat keduanya sedang nongkrong dan menjual obat polisi langsung menggerebeknya.

Baca juga:

P3C Setuju Provinsi Jawa Barat Berganti Nama Sunda, Ini Catatannya

Sudah Sepekan, Gadis Asal Tegalkarang Tidak Pulang

Ngaku Polisi, Sikat Motor Tukang Ojek Online

“Pelaku diamankan di warung kosong Blok II Desa Gegesik Kidul, Kamis (1/10) sekitar pukul 19.00 WIB, sedang menjual obat,” papar Sembiring.

Dari tangan kedua tersangka, polisi mengamankan 294 butir obat Trihexypenidhill yang masih dalam kemasan pabrik. Kemudian uang pecahan hasil penjualan sebesar Rp120.000 dibungkus kantong plastik warna hitam dan dua handphone merek Oppo beserta simcard yang digunakan sebagai sarana komunikasi transaksi.

“Pengakuan IE barang itu milik SB yang dijualkan atau diedarkan kepada orang lain. Intinya, mereka bekerja sama dalam menjual barang tersebut,” ujarnya.

Di depan polisi, kedua tersangka juga membeberkan asal barang tersebut. “Pengakuan mereka, barang tersebut dari hasil membeli kepada seseorang yang biasa dipanggil dengan nama MG warga Desa Prajawinangun Wetan Kecamatan Kaliwedi. MG masih kita lidik,” tandasnya.

Akibat dari perbuatannya, tersangka kini mendekam di balik jeruji Polresta Cirebon dan dijerat dengan pasal 196 jo pasal 197 Undang-undang Republik Indonesia nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan. (cep)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *