Tim Khusus Anti Bandit 852 Dalami Kasus Pembunuhan di Galian C Cisaat

oleh -796 views
Penjaga-Galian-C-Ditemukan-Tewas
Mayat korban yang dalam keadaan tangan, kaki dan mulut dilakban dievakuasi polisi. Foto: Istimewa

CIREBON – Penanganan kasus penemuan mayat dan pencurian di kantor CV Manunggal Abadi masih dalam pendalaman Unit Tim Khusus Anti Bandit (Tekab) 852 Satrekrim Polresta Cirebon.

“Kasus ini menonjol. Perintah dari Pak Kapolresta Cirebon Kombes Pol M Syahduddi, untuk yang menanganinya unit Tekab 852 Satreskrim. Kami hanya bantu backup saja. Hari itu juga, pemilik CV Manunggal Abadi melaporkan kehilangan. Jadi digabung kasusnya, pencurian dan penemuan mayat itu,” kata Kapolsek Dukupuntang Iptu Apandi.

Menurutnya, korban sudah selesai dioutopsi di Rumah Sakit Bayangkara Indramayu. Senin malam (12/10) juga langsung dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) desa setempat.

Baca juga:

3 Hari Menghilang, Penjaga Galian C Ditemukan Tewas dengan Mulut, Tangan dan Kaki Dilakban

Soal Provinsi Sunda, Bupati Majalengka: Apalah Arti Sebuah Nama?

Evaluasi Pengalihan Arus Lalu Lintas, Begini Hasilnya

Sementara itu, Kasat Reskrim Kompol Rina Purwitasari masih mendalami kasus tersebut. pihaknya masih melakukan pengembangan dan penyelidikan untuk mengungkap pelakunya. “Kasus ini masih lidik,” ujarnya.

Dikberitakan sebelumnya, Usman (35) ditemukan sudah menjadi mayat di dekat tempatkan kerjanya, galian C CV Manunggal Abadi Blok Pasir Bentang, Desa Cisaat, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon, Senin (12/10) sekitar pukul 10.00 WIB. Saat ditemukan, tangan, kaki dan mulut Usman dilakban.

Usman merupakan penjaga lokasi galian milik CV Manunggal Abadi. Kesehariannya baik itu siang maupun malam, Usman selalu berada di kantor yang jauh dari permukiman penduduk itu.

Hanya ditemani dengan radio, Usman dikenal pemberani oleh para petani di daerah tersebut. Pasalnya, lokasi tersebut 1,5 km dari jalan raya. Dari permukiman penduduk pun sangat jauh, dan terhalang oleh persawahan dan bukit.

Dilaporkan juga, Sabtu (10/9), terjadi kehilangan alat berupa monitor dan CPU di dalam beko yang ada di lokasi galian. Diduga, korban ada kaitannya dengan kejadian pencurian CPU maupun monitor beko. (cep)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *