Putri Tan Hong Tien Nio, Jejak Tionghoa di Cirebon

oleh -271 views
Pustakawan-Keraton-Kanoman
Pustakawan Keraton Kanoman Dedy Syekh saat mengulas sejarah Tionghoa di Cirebon, termasuk perjalanan Putri Ong Tien yang merupakan istri dari Sunan Gunung Jati. FOTO: ANDRI WIGUNA/RADAR CIREBON

CIREBON – Petis sangat populer di Cirebon. Biasanya disandingkan sebagai saos. Yang paling terkenal pastilah tahu petis.

Ternyata, yang mempopulerkan makanan ini untuk pertama kalinya bukanlah orang biasa. Dia adalah Putri Tan Hong Tien Nio, putri kerajaan Tiongkok yang kemudian menjadi istri Sunan Gunung Jati atau Syekh Syarief Hidayatullah.

Berdasarkan catatan naskah yang ada, periodisasi Putri Tan Hong Tien Nio hanya sebantar saja di Cirebon. Wanita yang familier disebut sebagai Nyi Ong Tien Nio meninggal dalam usia muda. Saat usianya belum genap 30 tahun.

Baca juga:

Sehari, 2 Kecelakaan Maut di Jalur Pantura Cirebon

39 Nakes Terpapar Corona, RSD Gunung Jati Tutup sampai 27 Oktober

Pelanggan Keluhkan Air Ledeng di Kapetakan Keruh dan Asin, Begini Tanggapan PDAM

Putri Ong Tien diyakini tiba di Cirebon pada tahun 1481. Satu tahun sebelum Maulana Syarief Hidayatullah dinobatkan sebagai Sunan Gunung Jati.

Putri Ong Tien meninggal pada tahun 1485. Periode waktu yang singkat itulah yang membuat catatan atau naskah yang menceritakan tentang Putri Ong Tien sangat sedikit.

“Meskipun periodesasi waktunya cukup singkat, hanya sekitar empat tahun. Namun kehadiran Putri Ong Tien cukup membawa warna yang cukup besar bagi Caruban Nagari atau Cirebon. Salah satunya adalah yang pertama kali mempopulerkan petis hingga melegenda seperti sekarang,” ujar Pustakawan Keraton Kanoman, Dedy Syekh saat ditemui Radar Cirebon.

Dijelaskannya, hubungan Tiongkok dan Cirebon sudah mesra sejak dulu. Keduanya menjalani banyak kerja sama dalam berbagai bidang.

Selain puncaknya perkawinan Sunan Gunung Jati dengan Putri Ong Tien, hubungan Cirebon dengan Tiongkok juga terjadi kerja sama. Mulai kerja sama perdagangan, seni dan budaya, pendidikan, kesehatan serta hal-hal lainnya termasuk syiar agama yang dilakukan Sunan Gunung jati.

“Sebagai istri Sunan Gunung Jati, otomatis Putri Ong Tien ikut menjadi Islam. Dia ikut berjuang dan berdakwa di samping Sunan Gunung Jati. Bahkan Putri Ong Tien melakukan syiar khusus untuk mengislamkan warga Tionghoa yang ada di Cirebon,” imbuhnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *