Holiday, Pekerja Kantor Diminta Lapor Satgas Covid

oleh -47 views
Doker Reisa Broto Asmoro

JAKARTA – Masyarakat tetap menaati protokol kesehatan COVID-19 saat menikmati libur panjang pekan depan. Pekerja kantor diminta melaporkan diri saat akan pergi atau kembali dari luar kota kepada Satgas COVID-19 perusahaannya masing-masing.

“Bagi pekerja kantoran tetap ikuti arahan tim Satgas COVID-19 di kantornya masing-masing. Terutama pelaporan diri sebelum dan setelah bepergian ke luar kota. Ini penting sebagai data Satgas,” ujar Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19, Reisa Broto Asmoro di Jakarta, Jumat (23/10).

Menurutnya, jika tidak mendesak, masyarakat memilih liburan di rumah saja. Namun, jika terpaksa ke luar kota, maka pilih transportasi yang aman. “Tips pertama pihan terbaik adalah staycation atau berlibur di rumah saja,” imbuhnya.

Ada berbagai aktivitas yang bisa dilakukan masyarakat selama liburan di rumah. Diantaranya berolahraga, menonton tayangan online film, konser musik, maupun tur virtual. Jika harus berolahraga di luar rumah, masyarakat disarankan tetap memakai masker.

Selain itu, masyarakat juga diminta menjalankan protokol kesehatan selama di rumah. “Terapkan 3M (Memakai Masker, Mencuci Tangan, Menjaga Jarak). jangan lupa selalu  membuka ventilasi, membersihkan dan mendisinfeksi rumah secara rutin,” paparnya.

Masyarakat juga rumah tetap berhati-hati saat menerima tamu yang tidak diketahui status kesehatannya. Orang yang bertamu disarankan tetap memakai masker, menjaga jarak, serta mencuci tangan.

Sedangkan bagi masyarakat yang pergi ke luar kota, diminta memakai transportasi yang menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Seperti pesawat terbang dan kereta api. “Apabila memakai transportasi umum, pastikan jadwalnya sudah dipilih dari jauh hari. Agar dapat menghindari kerumunan atau antrean panjang,” terangnya.

Yang terpenting selama perjalanan wajib tetap memakai masker. Hindari mengobrol panjang di dalam kereta atau bus antar kota. “Pilih hotel atau akomodasi yang terbukti patuh dan disiplin menerapkan sanitasi dan protokol kesehatan,” urai Reisa.

Dia menyebut berlibur memang baik untuk kesehatan psikologi. Tetapi tidak mengurangi tanggungjawab untuk melindungi diri dari ancaman terpapar virus COVID-19. (rh/fin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *