Kisah Inspiratif AK, Bocah 8 Tahun Positif Covid-19 dan Isolasi Mandiri di Hotel Langensari

oleh -5.290 views
pasien-covid-anak-anak
Pasien covid-19 anak-anak saat menjalani isolasi di Hotel Langensari. Foto: IST/Radar Cirebon

CIREBON – Perjuangan AK pasien Covid-19 berusia 8 tahun menjadi inspirasi tersendiri. Harus jauh dari keluarga dan diisolasi untuk pemulihan, tak membuatnya gentar.

Bocah asal Kelurahan Karyamulya Kota Cirebon ini, berhasil sembuh setelah menjalani perawatan di kamar isolasi Hotel Langensari.

AK dinyatakan positif Covid-19 pada 19 Oktober lalu. Ia harus diisolasi sendirian, karena orang tua beserta anggota keluarganya lainnya negatif dari hasil tes.

 “Awalnya kita yang khawatir. Bisa dibayangkan bagaimana seorang anak kecil diisolasi mandiri, jauh dari keluarganya. Saya sampai titip pesan kepada dokter dan tim medis yang jaga, agar pasien 8 tahun itu diberi perhatian khusus. Perlakukan dia seperti merawat anak sendiri,” ujar Kepala Dinkes Kota Cirebon dr H Edy Sugiarto MKes.

Bahkan, kamar ruang isolasinya pun sengaja ditempatkan sangat dekat dari kamar yang dijadikan posko tim medis. Nyaris Berhadap-hadapan. Sehingga bisa memantau setiap waktu dari dekat perkembangan dan aktivitas pasien cilik itu selama di ruang isolasi.

Tapi kekhawatiran tersebut tidak terjadi. Pasien cilik ini ketika diperhatikan oleh perawat dan tim medis dari seberang posko, justru terlihat sangat tegar dan mandiri. Tidak tampak raut wajah cemas dan sedih, seperti yang dikhawatirkan selama ini.

Senyum gadis kecil itu selalu terpancar kala petugas medis secara rutin dan berkala, menyapanya pada saat jam visit. Serta memberikan kiriman makanan, suplemen obat, dan multivitamin lainnya.

“Ketika petugas kita ngirim makanan, minuman, dan obat-obatan. Alhamdulillah dia selalu ceria. Yang awalnya dikhawatirkan kita takutnya sedih, murung, yang menjadikan imunnya turun,” ujar Edy.

Dia memprediksi, jika kondisi ruang dan ceria yang ditunjukkan pasien cilik tersebut selama menjalani masa isolasi di hotel, membuat imunnya semakin meningkat. Terbukti, dalam beberapa hari setelahnya, pasien cilik tersebut menjalani swab test lanjutan dan hasilnya negatif.

“Tanggal 21 dia ikut swab test lanjutan, hasilnya keluar keesokan harinya, alhamdulillah negatif. Jadi tadi malam, dia dijemput pulang sama orangtuanya,” kata Kadinkes.

Dia berharap, kisah pasien cilik yang bisa tegar dan mandiri dalam melewati masa-masa isolasi karena terkonfirmasi positif Covid-19 ini, bisa menjadi contoh penyemangat bagi pasien positif lainnya yang sedang berjuang menuju kesembuhan.

Sementara itu, dokter jaga posko isolasi Hotel Langensari, dr Desy menambahkan, sikap pasien cilik yang diisolasi mandiri di hotel Langensari ini, juga menjadi penyemangat para tenaga medis yang merawat para pasien positif.

Dia dan rekan-rekannya sangat terharu dan bangga bisa merawat pasien yang punya semangat seperti itu. (azs)

Tonton video berikut:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *