Tak Yakin Meninggal karena Covid, Keluarga Pasien Datangi RSUD Waled

oleh -929 views
BERI KETERANGAN: Jajaran RSUD Waled memberikan keterangan terkait meninggalnya warga Cikulak. FOTO: Deni Hamdani/Radar Cirebon

CIREBON-Warga Cikulak meninggal dunia dan diduga karena covid-19. Namun keluarga pasien sangat tidak yakin jika pasien tersebut mengidap covid-19. Akhirnya keluarga dan warga Cikulak mendatangi RSUD Waled Jumat malam (23/10). Kuwu Cikulak, H Yusnaedi ST kepada Radar Cirebon mengatakan warganya ada yang meninggal dunia setelah menjalani perawatan di RSUD Waled.

Menurut Yusnaedi, RSUD Waled menduga warganya tersebut terkena covid-19 karena ada gejala. Sehingga tentunya setelah meninggal dunia, pihak RS masih harus menunggu hasil swab untuk menetapkan protokol pemakaman.

“Keluarga mempunyai keyakinan jika pasien tersebut tidak terkena covid. Karena pasien ini tidak pernah kemana-mana hanya di rumah saja. Akhirnya keluarga dan warga lainnya bersama-sama mendatangi RS Waled,” tuturnya.

Kendati demikian, Yusnaedi memastikan warga Cikulak tidak langsung mengambil paksa jenazah warga yang diduga covid. “Warga mendatangi RS Waled karena pertama ada kekhawatiran RS asal meng-covidkan seseorang yang sekarang isunya marak, namun warga membawa jenazah setelah hasil swab keluar dan dinyatakan negatif,”ujarnya.

Yusnaedi mengungkapkan pihaknya merasa heran ketika ditunggu banyak orang hasil swab pasien tersebut cepat keluar. “Inikan pasien meninggal baru ada kecurigaan dari RS Waled jika terkena covid, kenapa nggak dari awal-awal,” ungkapnya.

Terpisah, Direktur RSUD Waled dr H Budi Soenjaya mengatakan pasien warga Cikulak tersebut masuk RS Waled pada Jumat pagi (23/10). Namun saat di ruang perawatan, muncul gejala-gejala covid 19. “Setelah dirawat lalu muncul gejala-gejala yang mengarah kepada covid-19. Akhirnya sore pasien kondisinya semakin menurun. Kan tidak mungkin kondisi menurun kita bawa keruang isolasi. Karena sesuai dengan aturan, menunggu pasien kembali meningkat dulu kondisinya baru kita bawa ke ruang isolasi,” tuturnya.

Budi mengatakan tidak berapa lama pasien meninggal dunia. Karena ada gejala covid, pihak RS tidak bisa membuat keputusan terkait pemakaman karena harus menunggu hasil swab.

“Kitakan sangat tidak mungkin memvonis seseorang covid atau tidaknya tanpa ada dasar yakni hasil lab yaitu hasil swab, kita nggak mungkin melakukan pembohongan,” tuturnya.

Menurut Budi, hasil swab tersebut paling cepat keluar setelah enam jam pasca dilakukan swab test kepada pasien. “Makanya kita tunggu dulu jenazah ini terkena covid atau nggak setelah enam jam paling cepat, untuk menentukan apakah pemakaman sesuai protokol atau tidak, justru kita akan disalahkan jika dinyatakan positif lalu kita membiarkan pemulasaraan jenazah tanpa prokol covid,”ujarnya. Setelah hasil swab test keluar ternyata pasien yang meninggal tersebut negatif covid 19. “Ternyata hasil negatif jadi kami persilahkan warga mengambil jenazah dalam kondisi normal tanpa protokol kesehatan,” ungkapnya.(den)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *