Ini Presentasi Tingkat Kepatuhan Masyarakat Laksanakan Protokol Kesehatan di Kota Cirebon

oleh -348 views
Rapat-Evaluasi-Pembatasan-Aktivitas-Kota-Cirebon
Wali Kota Cirebon Nashrudin Azis bersama Forkopimda melakukan rapat evaluasi penerapan pembatasan aktivitas pencegahan Covid-19 di Ruang Adipura Balai Kota Cirebon, Senin (26/10). FOTO: DEDI HARYADI/RADARCIREBON.COM

CIREBON – Tingkat kepatuhan masyarakat terhadap pelaksanaan protokol kesehatan di tempat-tempat usaha, dan kegiatan sosial budaya lainnya masih menjadi pekerjaan rumah bagi Pemerintah Kota Cirebon.

Jika dipresentasikan, masyarakat yang patuh sebanyak 70 persen. Sedangkan 30 persen masyarakat lainnya tidak patuh.

Hal itu terungkap dalam rapat evaluasi penerapan pembatasan aktivitas pencegahan Covid-19 di Ruang Adipura Balai Kota Cirebon, Senin (26/10). Hadir dalam rapat evaluasi, Wali Kota Cirebon Nashrudin Azis bersama Forkopimda.

Baca juga:

Miris, Komodo vs Truk di Proyek Jurassic Park Pulau Rinca

Ade Londok Viral Lagi, Bahasanya Jadi Sorotan

Tabrakan, Emak-emak Tergeletak di Jalan Pantura Plumbon

“Kita lihat yang 30 persen berasal dari sektor sarana olahraga (Bima) sekitar 5 persen, dari total pelanggaran yang kita pantau selama periode pemberlakuan pembatasan jam operasional. Kemudian 10 persen dari sektor kegiatan sosial budaya yang rinciannya kegiatan hajatan pernikahan yang melebihi dari ketentuan yang telah ditetapkan serta kegiatan-kegiatan keagamaan. Sedangkan di sektor kepariwisataan ini yang paling tinggi kurang lebih sekitar 85 persen. 60 persen yang dievaluasi banyak melakukan pelanggaran yakni kafe dan resto yang masih menerima makan di tempat. Ada juga panti pijat sebanyak 30 persen dan sisanya Baber shop juga salon yang melebihi jam 18.00 WIB,” ungkap Sekda Agus Mulyadi di Balai Kota Cirebon, Senin (26/10).

Sekda menuturkan, Tim Satgas Covid-19 Kota Cirebon sudah melakukan tindakan-tindakan terhadap pelanggar.

“Tim Satgas Covid-19 bersama Satpol PP telah melakukan sebanyak 261 tindakan. Sebanyak 43 tindakan penghentian usaha di tempat. Pelanggaran yang dilakukan oleh pelaku usaha malah meningkat hingga 40 pelanggaran,” tuturnya.

Agus menjelaskan, pelaksanaan rekayasa penutupan 9 ruas jalan di Kota Cirebon berhasil menurunkan jumlah kendaraan yang masuk ke Kota Cirebon.

“Ada penurunan jumlah kendaraan yang masuk ke wilayah Kota Cirebon. Roda empat dari 48.241 di awal pemberlakuan penutupan ruas jalan, terakhir menjadi 41.000. Sedangkan, sepeda motor dari 32000 menjadi 26.000,” jelasnya. (rdh)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *