Polresta Cirebon Siagakan Posko Penanggulangan Bencana Musim Hujan

oleh -62 views
Siaga-Bencana
Polresta Cirebon menggelar apel kesiapan antisipasi kontijensi bencana alam di Mapolresta Cirebon, Senin (26/10). FOTO:IST

CIREBON – Polresta Cirebon menyiagakan Posko Penanggulangan Bencana Alam di sejumlah titik yang dianggap rawan, khususnya banjir dan longsor di musim penghujan, Senin (26/10).

“Posko ini disiagakan sebagai upaya antisipasi bencana alam hidrometeorologi seperti banjir dan longsor yang dikhawatirkan terjadi selama musim hujan. Kami juga menggandeng instansi terkait yang akan bersiaga di posko-posko yang didirikan. Lokasi poskonya di Mapolresta dan sejumlah titik rawan bencana di Kabupaten Cirebon,” ujar Kapolresta Cirebon Kombes Pol M. Syahduddi SIK MSi, saat ditemui usai apel kesiapan antisipasi kontijensi bencana alam di Mapolresta Cirebon, Senin (26/10).

Syahduddi mengatakan, unsur yang terlibat dalam antisipasi dan penanggulangan bencana alam di antaranya Satpolair dan Satsabhara Polresta Cirebon, BPBD Kabupaten Cirebon, Tagana, Basarnas, serta lainnya.

Baca juga:

8 Kelurahan di Kota Cirebon Rawan Banjir

Mulai Besok Aturan Pembatasan Aktivitas di Kota Cirebon akan Dicabut, Wali Kota Minta Ini

Ade Londok Viral Lagi, Bahasanya Jadi Sorotan

“Kami juga menyiagakan alat SAR terbatas yang akan digunakan dalam penanggulangan bencana alam. Dari mulai perahu karet, pelampung, life jacket, dan lainnya. Kami sudah melakukan mapping wilayah mana saja yang dianggap rawan di Kabupaten Cirebon dan menyiagakan personel sebagai antisipasi manakala terjadi bencana alam,” katanya.

Kapolresta menyebutkan, wilayah yang dianggap rawan banjir saat musim hujan di antaranya Ciledug, Pabedilan, Waled, Losari. Wilayah-wilayah tersebut seolah menjadi langganan banjir karena dilintasi Sungai Cisanggarung.

Selain itu, daerah rawan banjir lainnya berada di wilayah Barat Kabupaten Cirebon, yakni Susukan, Arjawinangun, Gegesik, Panguragan, dan lainnya. Sementara untuk wilayah rawan longsor dan pergerakan tanah di antaranya, Beber, Greged, serta Sedong.

“Wilayah rawan ini menjadi perhatian kami, karena dari pengalaman tahun-tahun sebelumnya memang sering terjadi bencana banjir dan longsor. Kami juga berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan dan desa setempat,” pungkasnya. (rdh)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *