Wayang Golek Jadi Media Sosialisasi

oleh -47 views
MEDIA SOSIALISASI: Diskominfo mengadakan dialog interaktif di Gedung Kesenian Raksa Wacana yang dikemas dengan pagelaran wayang golek Dalang Irwana Putu Romo Gembol Sunandar dari Lingkung Seni Giri Marga. FOTO: AGUS PHANTER/RADAR KUNINGAN

KUNINGAN – Sebagai upaya menyerap aspirasi masyarakat, pemerintah daerah melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) mengadakan dialog interaktif di Gedung Kesenian Raksa Wacana Kuningan. Dialog ini dikemas dengan pagelaran wayang golek Dalang Irwana Putu Romo Gembol Sunandar dari Lingkung Seni Giri Marga.

Cara ini sebagai upaya mengotimalkan media tradisional dalam diseminasi informasi pembangunan kepada masyarakat. Bupati H Acep Purnama SH MH mengapresiasi, langkah Diskominfo yang mengadakan pertunjukan tersebut secara virtual melalui kanal YouTube.

“Ini merupakan satu bentuk inovasi yang dilakukan Diskominfo dengan pertunjukan wayang golek secara virtual dan ditayangkan di YouTube. Meski dalam situasi pandemi Covid-19, menyampaikan informasi pembangunan kepada masyarakat dapat terus dilakukan, terlebih ini merupakan hiburan juga untuk masyarakat, luar biasa,” kata Bupati Acep, kemarin (24/10).

Selain sebagai ruang penyampaian informasi pembangunan, lanjutnya, pagelaran wayang golek juga dapat memberikan hiburan kepada masyarakat. Apalagi wayang golek merupakan kesenian tradisional yang sangat diminati masyarakat Kabupaten Kuningan.

“Kami juga mengingatkan, agar masyarakat tetap waspada ancaman Covid-19 dengan terus menjalankan protokol kesehatan melalui gerakan 3M yakni memakai masker, mencuci tangan dan menghindari kerumunan. Langkah ini merupakan salah satu cara dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” sebut bupati.

Dalam kesempatan itu pula, Bupati Acep menyampaikan, bahwa Pemkab Kuningan saat ini sedang melakukan berbagai pembangunan di berbagai sektor mulai dari infrastruktur, SDM, ekonomi hingga pariwisata.

“Kaitan infrastruktur, pemerintah daerah saat ini sedang melakukan berbagai kegiatan pembangunan di antaranya melanjutkan pembangunan jalan lingkar timur Sampora-Kertawangunan, merevitalisasi taman kota menjadi Alun-alun Kuningan dan proyek strategis lain,” ujarnya.

Sementara Plt Kepala Diskominfo Kuningan, Drs H Dadi Hariadi MSi didampingi Kabid Informasi dan Komunikasi Publik, Anwar Nasihin SKom MSi menuturkan, peran media tradisional dalam pembangunan tidak dapat dikesampingkan. Sebab media tradisional masih memiliki tempat di hati masyarakat.

“Media tradisional masih menjadi sarana efektif dalam penyampaian informasi kepada masyarakat. Media tradisional sebagai media rakyat, selain memberikan hiburan, dapat juga membawa pesan-pesan pembangunan,” katanya.

Menurutnya, hal itu dapat terjadi karena media tersebut juga menjalankan fungsi diseminasi informasi pada khalayak. Berbagai pesan pembangunan dapat disisipkan pada setiap pertunjukan yang mengandung percakapan dalam pagelaran wayang golek.

“Dengan memanfaatkan perkembangan teknologi informasi dan platform media sosial seperti youtube, semoga informasi pembangunan yang disampaikan dalam pagelaran itu dapat sampai kepada masyarakat,” pungkasnya. (ags)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *