BRI Gunung Jati Launching Pasar Web di Kanoman

oleh -63 views
SIMBOLIS : Launching secara simbolis Website Pasar Unggulan oleh Wakil Pimpinan Wilayah BRI Kanwil Bandung, Andreas Chandra Santoso didampingi Pemimpin Cabang BRI Cirebon Gunung Jati, Edy Siswanto (kiri) dan Spv Mikro BRI Kanwil Bandung, Indra Kusuma Wardoyo

RASA khawatir untuk melakukan transaksi langsung di pasar tradisional pada pandemi saat ini memang kerap dirasakan masyarakat. Untuk menghadirkan kemudahan berbelanja di Pasar, BRI Cabang Gunung Jati pun menghadirkan cara baru belanja di Pasar lebih mudah dengan BRI, yakni melalui Web Pasar.

Pasar Kanoman, menjadi pasar pertama dilakukannya launching web pasar oleh BRI Cabang Gunung Jati.  Dalam program ini, masyarakat yang ingin berbelanja ke pasar tradisional tak perlu datang langsung, cukup di rumah dan lakukan transaksi dengan BRI Mobile. “Melalui pasar.id masyarakat bisa berbelanja lebih mudah dengan BRI,” tutur Pemimpin Cabang BRI Cirebon Gunung Jati, Edi Siswanto.

Soft launching pertama dilakukan BRI Cabang Gunung Jati di Pasar Kanoman, Senin (26/10). Ada 40 pasar tradisional yang akan menyusul diresmikan secara bertahap oleh BRI Cabang Gunung Jati. Yakni, 30 pasar di Kabupaten Cirebon dan 10 pasar di Kota Cirebon.

Di dalam pasar.id, tersedia beragam macam produk yang didagangkan oleh pedagang yang merupakan nasabah BRI. Segala kemudahan bisa didapatkan dengan memilih beragam barang dengan harga yang terjangkau sesuai pasar tradisional, transaksi yang sangat cepat bisa dilakukan juga dengan pembayaran melalui BRI Mobile atau LinkAJA. “Untuk transaksi dengan LInkAJA, kini bisa mendapatkan cashback 20 persen,” terangnya.

Diharapkan dengan hadirkan web pasar ini selain dapat mengakomodir kebutuhan masyarakat juga bisa mengembangkan bisnis pinjaman ke depan. Diharapkan akan ada kesinambungan hubungan antara pelanggan pasar juga nasabah.

Sementara itu, Kepala Unit Pasar Kanoman, Dodi Supriyadi menutiurkan setidaknya kini sudah ada 40 pedagang yang terakomodir dalam web pasar di pasar.id. Mulai dari pedagang kain, sembako, dan beragam komoditas lainnya.

Pihaknya pun turut memantau harga sehingga barang yang dijual terkendali harganya. Pengirimannya pun saat ini bisa dikirim di Ciayumajakuning dengan ongkos kirim yang terjangkau. Pembeli bisa berinteraksi langsung dengan pedagang secara online.

“Sejauh ini melalui program web pasar ini para pedagang terbantu untuk meningkatkan omzet, utamanya saat pandmei,kami pun berharap dengan meningkatnya omzet pada akhirnya bisa ikut mendongkrak PAD juga,” harapnya.

Di samping itu, salah satu pedagang di Pasar Kanoman, Hj Sri Wahyuni mengungkapkan sejak tergabung dengan web pasar penjualannya pun semakin mudah. Sebelumnya saat pandemi, tak banyak yang datang ke pasar untuk memilih kain yang ia jual.

Namun kini dengan menggunakan aplikasi, langganannya pun dengan mudah bisa memesan kain yang diinginkan. “Saya merasa dengan pasar.id ini penjualan jadi lebih mudah, pelayanan juga santai dan yang penting aman. Pembeli bisa memilih lewat foto,” ujarnya.

Hal serupa pun diungkapkan pedagang lainnya, Yanti (34). Pemilik Toko Arfan ini menjual beragam sembako. Sudah seminggu lebih ia menerapkan sistem belanja baru ini. Ia pun mengungkapkan hampir 50 persen omzetnya meningkat. “Sekarang jualan lebih enak, omzet naik drastis,” tukasnya. (apr/adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *