Vietnam Sukses Tangani Virus Corona

oleh -73 views
BERJAGA: Petugas di Vietnam berjaga-jaga di Distrik Le Minh di Hanoi, Vietnam di masa social distancing akibat pandemi virus corona pada April 2020 silam. FOTO: VNA/VNS PHOTO DANH LAM

HANOI – Meski sukses menangani pandemi Covid-19, Vietnam tetap tidak bisa menghindari pelemahan ekonomi akibat wabah tersebut. Perekonomian Vietnam diperkirakan hanya akan tumbuh 3 persen pada tahun ini. Angka itu masih jauh lebih baik ketimbang sebagian besar negara lain di dunia.

Peningkatan konsumsi berkat membaiknya sentimen dan proses produksi yang lebih cepat menjadi pendorong utama pertumbuhan tersebut. “Kami memperkirakan pertumbuhan kuartal empat akan meningkat seiring aktivitas dalam negeri berlanjut dan sentimen membaik,” ujar Chidu Narayanan, ekonom Standard Chartered Bank (SCB) untuk Asia.

Bank tersebut juga mempertahankan pandangan positifnya terhadap proyeksi ekonomi jangka menengah maupun panjang Vietnam. Peluang peningkatan dalam hal permintaan eksternal pada kuartal keempat akan mendukung pertumbuhan produksi, yang diprediksi mencapai sekitar 7,3 persen pada 2020, memicu kenaikan ekspor maupun impor.

Dipaparkan pula bahwa perdagangan kemungkinan akan tetap mencatat surplus sampai akhir 2020 sebab ekspor dan impor tergolong seimbang. Para ekonom SCB memperkirakan arus masuk investasi asing langsung yang didaftarkan ke Vietnam akan turun pada 2020.

Laporan terbaru dari Dana Moneter Internasional (IMF) memprediksi bahwa Vietnam akan menjadi satu-satunya negara di Asia Tenggara yang mengalami pertumbuhan positif tahun ini dengan besaran 1,6 persen dan akan mencapai 6,7 persen pada 2021. Angka itu berbeda dengan perkiraan SCB, yaitu 3 persen untuk tahun ini dan 7,8 persen untuk 2021.

Menurut jawatan statistik Vietnam, perekonomian negara komunis itu tumbuh 2,12 persen dalam sembilan bulan pertama 2020, angka terendah selama periode 2011-2020. Seperti diketahui, Vietnam adalah salah satu negara dengan jumlah kasus COVID-19 paling sedikit di dunia. Menurut data Universitas John Hopkins, Vietnam baru melaporkan 1.148 kasus dan 35 kematian. (xinhua/ant/dil/jpnn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *