Nenek Diculik, Perhiasan Dirampas, Modus Pura-pura Tanya Alamat dan Memberi Sumbangan

oleh -979 views
TKP: Lokasi kejadian penculikan di Jalan Nyimas Gandasari nomor 137, Desa Jungjang, Kecamatan Arjawinangun, Kabupaten Criebon. FOTO: CECEP NACEPI/RADAR CIREBON

CIREBON – Empat orang pria menculik seorang nenek bernama Rofiah (79) di Jalan Nyimas Gandasari nomor 137, Desa Jungjang, Kecamatan Arjawinangun, Kabupaten Criebon Senin pagi (26/10) sekitar pukul 06.00 WIB.

Penculikan itu bermula ketika Rofiah sedang berada di depan rumahnya, di pinggir Jalan Nyimas Gandasari, Desa Jungjang. Pagi itu suasana sangat sepi. Masyarakat yang beraktivitas masih sedikit, karena waktu menunjukkan pukul 05.57.

Tiba-tiba ada mobil berhenti di pinggir jalan. Salah satu dari mereka turun dan menanyakan alamat seseorang kepada Rofiah. Seorang pria lainnya, mengajak nenek mendekati mobil dengan alasan mau memberikan sumbangan.

Setelah mendekat, Rofiah menerima uang dari pelaku. Lalu Rofiah diminta masuk ke mobil untuk dibacakan doa oleh salah satu pria yang berbaju seperti ustad. Rofiah pun dibacakan surat Al-Fatihah. Setelah ayat terakhir, Rofiah tiba-tiba dibekap. “Dibacakan Al-Fatihah. Terakhir saat saya biulang amin, dari belakang saya dibekap. Saya minta tolong. Saya coba teriak minta pulang, alasan sakit perut. Tapi, mobil makin kencang,” kata Rofiah.

Pelaku berjumlah empat orang kemudian memaksa Rofiah untuk melepaskan perhiasan yang dipakainya. Dia sempat menolak, sehingga para pelaku mengambil dengan cara paksa. Dua cincin emas seberat 2,5 gram dan 5 gram, kalung emas seberat 10 gram, dan gelang emas 10 gram.

“Perhiasan saya ditarik paksa. Tangan sampai memar semua. Saya terus teriak, minta pulang. Jangan dibawa jauh-jauh, tolong buka pintu. Mereka membentak, suruh diam, kalau gak diam akan dibunuh,” tuturnya.

Rofiah dibawa ke arah Panguragan. Sampai di lokasi Makam Pandawa, kemudian diturunkan di jalan. Rofiah disuruh pulang dengan jalan kaki. “Saya trauma. Saya sendirian, di tengah jalan sepi. Khawatir ada garong lagi,” katanya.

Dengan rasa takut, Rofiah pun berjalan menuju arah pulang. Setelah 1 km jalan datang tukang becak menawari mengantarkannya. Namun, Rofiah tetap ketakutan. Untungnya, tukang becak sabar dan mengantarkan korban pulang sampai ke rumah.

Setelah sampai rumah, Rofiah bercerita ke keluarganya. Sontak, keluarga kaget dan geram. Mereka kemudian mendatangi Mapolsek Arjawinangun untuk melaporkan kejadian tersebut. Akibat perhiasan yang diambil paksa Rofiah menderita kerugian materi sekitar Rp13 juta.

Keluarga Rofiah berusaha mencari beberapa jejak bukti kejahatan tersebut. Salah satu CCTV di tempat itu sempat merekamnya. Sayang, gambar hanya menunjukkan mobil pelaku. Tanpa aktivitas lainnya, yang mengarahkan ke wajah atau ke identitas pelaku.

Kapolsek Arjawinangun AKP R Nana Ruhiana yang dokonfirmasi Radar mengatakan korban sudah datang melaporkan kejadian tersebut. “Korban sudah laporan ke Reskrim,” katanya. (cep)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *