Pohon Berusia Ratusan Tahun Tumbang, Timpa Mobil dan Rumah

oleh -219 views
Pohon-Ratusan-Tahun-Tumbang
TUMBANG: Pohon sawo tumbang, Jumat pagi (30/10) sekitar pukul 04.30 WIB. Untungnya, tidak menelan korban jiwa. Foto: Ist

CIREBON – Pohon sawo berusia ratusan tahun di RT 16 RW 03 Dusun Panjunan, Desa Susukan, Kecamatan Susukan, Kabupaten Cirebon, tumbang, Jumat pagi (30/10) sekitar pukul 04.30 WIB.

Tidak menelan korban jiwa. Namun, pohon yang dianggap paling besar di Desa Susukan itu, menimpa mobil Hyundai, teras Musala Al-Azhari dan teras rumah milik Najib (40).

“Mobil milik Pak Najib rusak, pengok bodinya. Dan, teras rumah serta musala juga rusak. Kerugiannya kalau ditotal, sekitar Rp90 juta. Untungnya, tidak ada korban. Meskipun ada seorang nenek, waktu pohon tumbang,” kata Makmuri aparat desa (mandor) setempat.

Baca juga:

Hujan dan Angin Kencang, Dua Pohon Tumbang

Tiang PLN di Suranenggala Nyaris Roboh Ditabrak Mobil Boks Plat Jakarta, Pelaku Langsung Kabur

Kuwu Mencuri di Pabrik Kosong, Ditangkap setelah Buron 9 Bulan

Makmuri menceritakan kejadian tersebut. Peristiwa itu, diketaui pertama kali oleh Sadya (80). Ketika itu, Sadya hendak melaksanakan salat Subuh berjamaah di Musala Al-Azhari. Cuaca sedang hujan dan angin tidak terlalu besar. Pohon tiba-tiba roboh.

Sontak, Sadya kaget dan berteriak minta tolong. Najib pemilk rumah keluar. Najib kaget melihat pohon besar tumbang menimpa mobil dan teras rumahnya.

“Pohon ini sudah tua. Keterangan warga sudah 250 tahun, dan dianggap paling besar di Desa Susukan. Meskipun besar, tidak ada yang berani nebang, takut. Karena ada sejarahnya, dari zaman dulu,” katanya.

Menjelang terang, warga berdatangan. Mereka bergotong-royong mambantu Najib memotong batang pohon tersebut dan membersikan lokasi kejadian. Sekitar pukul 12.00 WIB, semua batang pohon sudah dibersihkan.

“Kami datang ke lokasi tadi siang. Masyarakat gotong-royong saling membantu. Sekitar jam 12, kita belum sampai meminta bantuan ke BPBD atau Tagana. Tapi, sudah bersih oleh masyarakat,” kata Makmuri. (cep)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *