Satgas: Indonesia Mampu Hindari Sudden Spike

oleh -32 views
Satgas-Covid-19
BERI KETERANGAN: Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito. FOTO: IST

JAKARTA – Satgas Penanganan Covid-19 menyebut tingkat kematian di Indonesia masih lebih tinggi ketimbang rata-rata secara global. Tetapi, Indonesia mampu menghindari sudden spike atau lonjakan tingkat kematian Corona secara tiba-tiba.

“Jika kita perhatian kasus meninggal di negara-negara lain, tampak peningkatan yang cukup signfikan dalam waktu yang singkat. Sementara Indonesia mampu mengendalikan laju kematiannya. Sehingga tidak ada sudden spike atau loncatan yang mendadak,” kata juru bicara Satgas Penanganan COVID-19, Wiku Adisasmito di media center penanganan Covid-19, Graha BNPB, Jakarta, Selasa (10/11).

Menurutnya, Per 8 November 2020, tingkat kematian COVID-19 berada pada 3,33 persen. Sedangkan rata-rata tingkat kematian global berada pada 2,47 persen. Satgas COVID-19 mengakui kematian COVID-19 di Indonesia masih tinggi.

“Di kawasan Asia Tenggara, angka meninggal akibat COVID-19 masih yang tertinggi dibandingkan Singapura, Malaysia, Filipina, Thailand, dan Myanmar,” imbuhnya.

Untuk dapat menekan angka kematian COVID-19, pemerintah berjanji meningkatkan 3T (testing, tracing dan treatment). “Sehingga dapat meningkatkan angka kesembuhan, dan menekan angka kematian. Selain itu, disiplin 3M (Memakai Masker, Mencuci Tangan, Menjaga Jarak) juga masih harus terus dilakukan. Jangan sampai lengah. Protokol kesehatan wajib dipatuhi,” pungkasnya.(rh/fin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *