Terbakar karena Percikan Api Obat Nyamuk

oleh -358 views
Kebakaran-Rumah-Warga
PADAMKAN API: Petuga Damkar mencoba memadamkan api di atap rumah milik Anwar. Foto: Ist

CIREBON – Si jago merah mengamuk di Blok Katima, RT 16 RW 04, Desa Ciawi, Kecamatan Palimanan, Kabupaten Cirebon, Selasa pagi (10/11) sekitar pukul 07.20 WIB. Kebakaran menimpa rumah milik warga bernama Anwar.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Radar Cirebon dari aparat Desa Ciawi, Radija, rumah yang terbakar itu dihuni pemuda berinisial Kristian (27) sendirian. Ia mengalami gangguan jiwa, sudah lebih dari 5 tahun.

Sedangkan keluarganya, tidak ada yang berani tinggal dengannya, lantaran sering memukul ketika kumat. Tidak jarang, kedapatan bermain api di dalam rumah.

Baca juga:

Kesal Banyak yang Buang Sampah Sembarangan, Pria Ini Nekat Berdiri Dekat Sungai dari Pagi Hingga Malam

Ma’ruf Amin: Hanya Negara yang Tidak Normal yang Mau Terapkan Khilafah

Pemerintah Uni Emirat Arab Legalkan Miras dan Kumpul Kebo

“Ia sendirian. Bawain sampah ke dalam. Kalau masak saja sampai apinya besar. Tetangga sempat takut. Tapi, biasa aja gak ada kejadian. Nah, sekarang saat kami tanya Kristian soal kejadian ini, ngakunya lupa mematikan obat nyamuk bakar, sehingga terjadi kebakaran,” kata Radija.

Radija mengatakan, Kristian ketika melihat adanya asap dan api yang membesar lari keluar. Tetangganya, yang mengetahui langsung berjibaku melakukan pemadaman. Tidak lama kemudian, mobil pemadam kebakaran pun datang ke lokasi kejadian.

“Kita mendapatkan informasi dari masyarakat, langsung menerjunkan dua armada pemadam kebakaran dari Pos Jaga Palimanan dan armada dari Pos Jaga Weru. Api berhasil kita padamkan sekitar 07.55 WIB,” kata Kadis Pemadam Kebakaran Kabupaten Cirebon, Abdullah Subandi melalui Kasi Tanggap Darurat, Eno Sujana.

Akibat kejadian itu, 80 persen bangunan rumah ludes terbakar. Namun, tidak ada barang berharga. Sehingga, kerugian dari kebakaran itu ditaksir sekitar Rp50 juta. Eno juga menegaskan, tidak ada korban dalam kejadian tersebut.

Soal penyebabnya, Eno menjelaskan api diduga berasal dari percikan obat nyamuk yang kemudian membakar tumpukan baju dan kasur. Api yang membesar menghanguskan kurang lebih 80 persen bagian atap. (cep)


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *