Efektivitas Vaksin Pfizer Capai 90 Persen Efektif Cegah Covid-19

oleh -68 views
Vaksin
Ilustrasi. Foto: Pixabay.com

JAKARTA – Perusahaan Jerman BioNTech dan mitranya di Amerika Serikat, Pfizer, mengumumkan pada hari Senin (09/11) bahwa hasil awal dari uji coba fase 3 yang sedang berlangsung menunjukkan, vaksin 90% efektif dalam mencegah infeksi COVID-19.

Pernyataan dari kedua perusahaan tersebut merupakan rilis data sukses pertama dari uji coba skala besar vaksin virus Corona.

Menurut laporan kedua perusahaan, tidak ditemukan masalah keamanan yang serius terkait dengan vaksin tersebut. Para peneliti meyakini efek imunisasi tidak akan berumur pendek. Jika terbukti keampuhannya, vaksin Pfizer dan BioNTech akan menjadi terobosan dalam memerangi pandemi virus Corona.

“Kita harus lebih optimis bahwa efek imunisasi dapat bertahan setidaknya selama satu tahun,” kata CEO BioNTech, Ugur Sahin dilansair dari Reuters, Selasa (10/11)

“Hasil pertama dari fase 3 uji coba vaksin COVID-19 memberikan bukti awal kemampuan vaksin untuk mencegah COVID-19,” kata ketua dan CEO Pfizer Albert Bourla dalam sebuah pernyataan.

Analisis uji coba vaksin eksperimental tampaknya secara efektif mencegah infeksi pada peserta ujicoba “tanpa bukti infeksi SARS-CoV-2 sebelumnya,” demikian pernyataan bersama BioNTech dan Pfizer.

Pfizer memperingatkan, bahwa tingkat perlindungan awal mungkin masih berubah seiring berjalannya waktu. Perusahaan farmasi ini juga menjelaskan, vaksin itu tidak mungkin tersedia sebelum akhir tahun.

Meskipun demikian, wakil presiden senior pengembangan klinis Pfizer, Dr. Bill Gruber, mengatakan kepada Associated Press, “Kami penuh harapan,” ujarnya.

Sementara itu, Presiden terpilih AS Joe Biden menyambut baik hasil yang menjanjikan dari uji coba vaksin, tetapi memperingatkan bahwa vaksinasi luas masih butuh waktu. Ia juga mengimbau masyarakat AS untuk terus memakai masker dan mematuhi pembatasan sosial.

“Berita hari ini adalah berita bagus, tapi itu tidak mengubah fakta yang ada (sekarang),” kata Biden dalam sebuah pernyataan.

“Pengumuman hari ini menjanjikan kesempatan untuk mengubah situasinya tahun depan, tetapi tugas yang kita hadapi tetap sama,” sambungnya.

Pasar saham Eropa pun bereaksi positif terhadap berita tersebut dengan saham Pfizer meningkat 6% sementara saham BioNTech AS meroket hingga 18%.

Menteri Kesehatan Jerman Jens Spahn mengatakan, Uni Eropa akan menunggu untuk memberikan izin vaksin sampai data keamanan tahap akhir dikumpulkan untuk memastikan penerimaan vaksin seluas mungkin.

“Yang terpenting untuk diterima adalah, kami perjelas sejak awal bahwa kami akan menunggu hasil final uji klinis di fase 3, sebelum menyetujuinya,” ujar Spahn.

Spahn menyambut baik kemajuan yang menjanjikan pada vaksin virus corona, tetapi menambahkan bahwa pemerintah Jerman tidak ingin membuat janji tergesa-gesa dan mendistribusikan sesuatu terlalu cepat ke pasar.

Vaksin virus Corona mungkin bisa siap pada triwulan pertama tahun 2021, kata menteri kesehatan Jerman itu menambahkan.

William Schaffner, pakar penyakit menular di Vanderbilt University Medical Center di Nashville, Tennessee menanggapi data yang dipublikasikan, dengan mengatakan bahwa data khasiatnya benar-benar mengesankan. Ini lebih baik daripada yang kita perkirakan.

“Saya sudah senang dengan kemanjuran 70% atau 75%. Keampuhan 90% sangat mengesankan untuk vaksin apa pun. Studi ini belum selesai, tetapi datanya terlihat sangat solid,” ujarnya.

Kepala bagian infeksiologi di University Hospital Regensburg, Bernd Salzberger mengatakan, meskipun hanya sedikit kejadian total 94 kasus yang telah diamati dalam penelitian sejauh ini, ini adalah hasil yang sangat baik. Tidak ada efek samping yang serius yang terjadi.

“Dilaporkan secara keseluruhan hasil yang sangat positif, yang mungkin akan mengarah pada persetujuan awal,” kata Salzberger.

Marylyn Addo, kepala bagian penyakit tropis di University Medical Center Eppendorf di Hamburg, Jerman mengatakan, bahwa harus lebih berhati-hati dalam menilai vaksin tersebut.

“Data primer belum tersedia dan publikasi yang ditinjau oleh sejawat masih belum tuntas. Kami masih harus menunggu data pastinya sebelum bisa membuat penilaian akhir,” katanya.

Meskipun uji klinis dapat menunjukkan bahwa vaksin aman dan efektif di antara puluhan ribu dan bahkan ratusan ribu orang, uji coba ini tidak mungkin merangkum setiap kemungkinan efek samping yang dapat terjadi di antara orang-orang tertentu atau setelah jangka waktu yang lama.

“Itu sebabnya, bahkan setelah vaksin diluncurkan, sangat penting untuk memantau keamanan dan kemanjuran vaksin,” kata Naor Bar Zeev, wakil direktur Pusat Akses Vaksin Internasional di Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health di AS. (der/fin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *