Mitigasi Bencana Alam, Korem 063/Gunung Jati Gelar Latihan Gabungan

oleh -85 views
Mitigasi-Bencana-Alam
Korem 063/Sunan Gunung Jati menggelar latihan gabungan penanggulangan bencana alam, Kamis (19/11). FOTO: DEDI HARYADI/RADARCIREBON.COM

CIREBON – Satu warga Kota Cirebon berhasil dievakuasi oleh tim gabungan penanggulangan bencana menggunakan perahu karet.

Sebelumnya, warga tersebut diketahui terseret arus banjir akibat hujan yang turun sangat deras, Kamis (19/11).

Namun, peristiwa tersebut hanyalah simulasi yang sengaja digelar Korem 063/Sunan Gunung Jati dalam pelaksanaan latihan penanggulangan bencana alam. Tujuannya untuk melatih kesigapan, sekaligus sinergitas antar seluruh elemen mengjadapi bencana.

Baca juga:

Kisah Joshua Hutagalung Dapat Rezeki Nomplok setelah Rumahnya Kejatuhan Meteor

8 Guru Kabupaten Cirebon Kena Covid-19, Satgas Minta Sekolah di Zona Merah Hentikan Tatap Muka

Pecah Rekor Lagi, Sehari Tambah 83 Kasus Covid-19 di Kabupaten Cirebon

Latihan penanggulangan bencana 2020 tersebut dibuka dan disaksikan langsung Komandan Korem (Danrem) 063/Sunan Gunung Jati Kolonel Inf Elkines Villando. Kegiatan tersebut berlangsung di lapangan Makorem 063/SGJ, Kamis (19/11).

“Latihan penanggulangan bencana alam kali ini melibatkan unsur terkait dari BPBD, Basarnas, PMI, Tagana, Damkar dan Dinkes. Guna mewujudkan kerja sama dan sinergitas dalam pelaksanaan operasi penanggulangan bencana yang disesuaikan dengan potensi di masing-masing wilayah dengan titik berat di tahap migitasi sebagai upaya mengurangi korban akibat bencana,” ujar Kolonel Inf Elkines Villando.

Danrem memerintahkan personel agar mengungsikan masyarakat sebelum datang bencana.

“Kumpulkan masyarakat dalam tenda pengungsian dengan tetap menegakkan Protokol Kesehatan Covid-19. Inilah yang harus dilatih, sehingga semuanya berjalan sempurna tanpa masalah,” ucapnya.

Elkines meminta agar seluruh peserta latihan untuk mengikuti dengan penuh inovasi. Menyamakan persepsi dan saling mengisi dari masing-masing instansi. Sehingga tugas pokok akan tercapai dalam menghadapi setiap  bencana alam di wilayah.

“Kegiatan latihan dimulai dengan pembekalan-pembekalan teori dilanjutkan dengan praktik di lapangan. Sinergitas dan koordinasi antar unsur akan menjadi tolak ukur keberhasilan dalam pelaksanaan latihan,” pungkasnya. (rdh)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *