Pertina Kota Cirebon Berbenah demi Berjaya Kembali

oleh -19 views
Pertina-Kota-Cirebon
Sekretaris umum Pertina Kota Cirebon Mochammad Iman Setiawahyu mencatat progres para petinju junior saat latihan fisik di Stadion Madya Bima. Foto: Tatang Rusmanta/Radat Cirebon

CIREBON – Pertina Kota Cirebon menemukan kembali ritme pembinaannya. Program latihan yang sempat vakum, kini telah berjalan kembali.

Ada dua sasana tinju yang menjadi ujung tombak. Yakni, Rajawali dan Bara Boxing Camp.

Top organisasi cabang olahraga (cabor) tinju amatir di Kota Udang ini menggelar rapat kerja tahunan, Jumat sore (20/11). Sejumlah rencana menuju babak kualifikasi (BK) Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat 2022, dibahas. Khususnya persiapan para atlet.

Baca juga:

Tertipu Ratusan Juta sama Juragan Minyak Talun, Ini Wajah Pelakunya

Setelah Ditutup, 4 dari 9 Apotek serta Toko Alat Kesehatan di Kota Cirebon Kembali Dibuka

Daftar Perkantoran di Kota Cirebon yang Lockdown karena Covid-19

Namun demikian, pelatih tinju Kota Cirebon, Boy Tanto mengungkapkan, meraih kembali kejayaan di Porprov Jabar, tidak akan mudah. Para petinju junior yang saat ini ada dalam camp latihan, belum siap. Selain usia yang terlalu muda, kemampuannya juga belum cukup untuk diterjunkan di Porprov.

“Ada satu atau dua orang yang usianya masuk untuk Porprov, tapi secara kemampuan belum bisa. Tentu akan kita genjot lagi. Tapi untuk saat ini kita kesulitan mengukur progres latihan para atlet. Sebab, tidak ada pertandingan tinju di saat pendemi, baik yang resmi maupun tidak,” ungkap petinju profesional bernama asli Hartanto itu.

Karena itu, menurut Boy, Pertina bakal kembali mengandalkan atlet-atlet senior eks Porprov Jabar 2018 di Kabupaten Bogor lalu.

Masih ada sejumlah nama yang bisa diandalkan Pertina. Antara lain, Yogi dan Abdul Malik. Dua petinju andalan Kota Cirebon ini sekarang adalah prajurit TNI Angkatan Udara (AU) dan Angkatan Darat (AD).

“Kita akan pastikan lagi keterlibatan Malik dan kawan-kawan dalam tim Porprov mendatang. Desember nanti harus sudah bisa dipastikan apakah mereka akan ikut atau tidak,” ujarnya.

Ketua Umum Pertina Kota Cirebon, Didit Handrianggoro mengakui, regenerasi petinju sedikit terlambat. Menurut dia, hal itu dipengaruhi sejumlah hal yang menyangkut organisasi.

“Hampir dua tahun kita menunggu Surat Keputusan (SK) Pengukuhan karena ada masalah juga di Pertina Provinsi Jabar. Sedikit banyaknya itu memengaruhi program kerja kita,” katanya.

Tapi Didit optimistis, Pertina bisa bangkit. Mungkin bukan pada Porprov mendatang. Dia memastikan, Pertina akan terus memperbaiki program pembinaan atletnya.

“Kita sedang membenahi tata kelola organisasi, juga semua aspek yang menyangkut pembinaan atlet. Perlahan namun pasti kita sedang menuju kebangkitan,” pungkasnya. (ttr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *