Tertipu Ratusan Juta sama Juragan Minyak Talun, Ini Wajah Pelakunya

oleh -2.515 views
Pelaku-Penipuan-Ngaku-Bos-Minyak
PELAKU PENIPUAN: PR saat menandatangi surat perjanjian utang piutang. Foto: Istimewa

CIREBON – AG (27) dan adiknya SL (23) mendatangi Mapolresta Cirebon. Kedatangan mereka untuk melaporkan bos miyak Desa Kepongpongan, Kecamatan Talun berinisial PR (43) terkait kasus penipuan.

Karena tipu daya pria berinisial PR itu, AG dan adiknya SL harus mengalami kerugian ratusan juta rupiah.

Korban dan pelaku sebenarnya tidak saling kenal. AG kenal dengan pelaku melalui temannya yang berinisial BD.

Baca juga:

Kasus Pencabulan Dilakukan Orang Dekat Kembali Terjadi, Korbannya di Bawah Umur

Legenda Timnas Sepak Bola Indonesia Ricky Yacobi Meninggal Dunia, Diduga karena Serangan Jantung

Kasus Covid-19 Kota Cirebon Bertambah 38 Orang, Dinkes Kewalahan

Di depan AG, pelaku mengaku tajir sebagai bos minyak. Bahkan, korban juga beberapa kali datang ke rumah pelaku.

Pada awal Oktober 2020, PR mendatangi AG untuk meminjam uang dengan alasan akan mengembangkan bisnisnya. AG yang percaya dengan PR kemudian meminjamkan uang sebesar Rp50 juta.

Selang dua hari kemudian, pelaku kembali pinjam uang sebesar Rp40 juta. Korban pun dengan sukarela mengabulkannya.

Meskipun tanpa jaminan, utang piutang itu tetap dibuat dalam perjanjian di atas materainya ditandatangani oleh kedua belah pihak, dan para saksi. Transaksi utang itu, berlangsung di rumah pelaku, yang berlokasi di Blok Simaja, Desa Kepongpongan, Kecamatan Talun.

“Awal Oktober itu, ia pinjam uang dua kali Rp90 juta. Sudah dikasih oleh kakak saya, tanpa jaminan. Nah, pada 20 Oktober, ia minta pinjam lagi Rp200 juta, dengan jaminan sertifikat rumah. Dan surat kuasa bangunan pun diserahkan. Kami percaya. Apalagi, bilang kalau tidak bisa bayar selama dua bulan bisa langsung ke notaris agar balik nama dan jadi milik kami. Jadi, uangnya kami serakan dengan transfer Rp200 juta menggunakan uang saya dan orang tua,” papar SL.

Dua minggu setelah transaksi itu, korban mencoba menghubungi pelaku tetapi tidak ada respons. Korban mencoba untuk menelepon. Sayang, nomor pelaku tidak aktif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *