Testing Covid-19 Indonesia Sesuai Standar WHO

oleh -21 views
Wiku Adisasmito

JAKARTA – Pemerintah terus mengejar ketertinggalan dari pencapaian angka testing (pemeriksaan) Covid-19 sesuai standar World Health Organization (WHO). Kapasitas testing per wilayah disesuaikan kepadatan populasinya.

Untuk kapasitas secara nasional, dengan asumsi jumlah penduduk Indonesia mencapai lebih dari 267 juta jiwa, diperlukan testing sebanyak 267.000 orang per minggu.

Sejak awal Juni hingga minggu ketiga Oktober 2020, terlihat adanya tren peningkatan testing yang baik. Meski kembali melemah pada dua pekan selanjutnya, namun melesat hingga pekan ini.

“Kapasitasnya hampir mendekati target standar WHO di angka 86,25 persen pada November minggu kedua. Kondisi ini menjadi evaluasi bersama. Jhususnya bagi pemerintah daerah terkait kapasitas testing,” ujar Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito di Jakarta, Jumat (20/11).

Setiap daerah, lanjutnya, harus mengevaluasi untuk memastikan kemampuan testing dilihat dari laboratorium yang ada. Kemudian, kemampuan laboratorium melakukan testing, dan melaporkannya.

Karena dari data yang diterima Satgas Penanganan Covid-19, terdapat tren menurunnya kapasitas testing pada hari-hari tertentu. Terutama saat masa liburan. “Ini harusnya kita hindari. Karena kita sudah cukup lama menghadapi pandemi Covid-19. Ingat, virus ini tidak mengenal hari libur. Sebab itu, kita tidak bisa lepas tangan dalam kondisi ini,” lanjutnya.

Ia mengimbau pada pemerintah daerah untuk menambah dan memperbaiki mekanisme operasional laboratorium. Yakni melalui penambahan jumlah shift petugas dan pemberian insentif yang sepadan. “Hal ini bisa koordinasi dengan pemerintah pusat. Selain itu perlu adanya pemeriksaan terkait kesesuaian reagen dengan alat testing yang digunakan,” ucapnya.

Wiku juga mengingatkan agar masyarkat tidak lengah. Menurutnya, mematuhi protokol kesehatan 3M (Memakai Masker, Mencuci Tangan, Menjaga Jarak) adalah keharusan. “Satgas tidak pernah bosan mengingatkan masyarkat untuk selalu disiplin 3M. Jangan sampai lengah dan abai. Ini penting agar kasus positif Corona di Indonesia dapat berkurang,” pungksnya.(rh/fin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *