Yang Lain Resesi, Perekonomian Vietnam Untung

oleh -44 views
TUMBUH: Sejumlah warga menunggu di depan halte bus di salah satu sudut kota Hanoi lengkap dengan masker. Di tengah resesi berbagai negara di dunia, ekonomi di Vietnam justru mulai tumbuh. FOTO: AFP

VIETNAM – Perekonomian negara-negara di dunia mayoritas terpuruk karena terimbas pandemi Covid-19. Tapi, Vietnam justru sebaliknya. Alih-alih mengalami resesi, Badan Moneter Dunia (IMF) justru memperkirakan ekonomi mereka tumbuh sekitar 2,4 persen tahun ini.

Angka tersebut naik 0,8 persen dari perkiraan sebelumnya. Oktober lalu IMF memperkirakan perekonomian Vietnam hanya naik 1,6 persen. ”Pertumbuhan ekonomi Vietnam akan menjadi yang tertinggi di dunia,” ujar Kepala Misi IMF untuk Vietnam Era Dabla Norris. IMF memprediksi tahun depan saat situasi normal, ekonomi Vietnam akan menguat dengan cepat dan tumbuh hingga 6,5 persen.

Vietnam juga menjadi satu-satunya negara di Asia Tenggara yang mengalami pertumbuhan ekonomi. Hal itu tidak lepas dari reaksi cepat Hanoi untuk mencegah penularan Covid-19.

Hingga kemarin, hanya ada 1.288 kasus dan 35 kematian akibat Covid-19 di Vietnam. Vietnam selama ini merupakan sekutu dekat Tiongkok. Mereka tahu dengan baik situasi di Negeri Panda tersebut. Begitu ada kabar penularan virus baru, Vietnam langsung menutup perbatasannya. Terutama, yang berbatasan langsung dengan Tiongkok.

Tes masif dan pelacakan kasus dilakukan. Vietnam sadar, sistem kesehatan mereka tidak sebaik negara-negara maju. Lonjakan pasien secara signifikan akan membuat mereka kelimpungan. Vietnam juga tidak mengekspor berasnya seperti biasa. Semuanya distok untuk subsidi di dalam negeri.

Norris menambahkan, Vietnam memiliki kebijakan fiskal yang bijaksana. Mayoritas bantuan diarahkan untuk mendukung rumah tangga dan perusahaan yang rentan terdampak pandemi. Pelonggaran kebijakan moneter dan bantuan keuangan dari Bank Negara Vietnam (SBV) mampu mengurangi tekanan likuiditas dan memfasilitasi aliran kredit yang berkelanjutan.

Pandemi juga membawa dampak positif pada Vietnam. Banyak orang yang bekerja dari rumah. Mereka membeli laptop, komputer, dan perabot rumah tangga baru. Mereka memilih bekerja maupun menghabiskan waktu di rumah dengan nyaman. Kebanyakan produk itu juga dibuat di Vietnam. (jp)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *