Infrastruktur Indonesia Memadai untuk Distribusi Vaksin

oleh -39 views
Vaksin Corona
Ilustrasi

JAKARTA – Vaksinolog yang juga dokter spesialis penyakit dalam Dirga Sakti Rambe menyatakan Indonesia memiliki infrastruktur yang memadai untuk proses distribusi vaksin Covid-19 hingga ke berbagai pelosok.

“Perlu diketahui vaksin itu adalah produk biologis yang perlu disimpan dengan cara khusus. Karena sensitif terhadap suhu. Mayoritas vaksin disimpan pada suhu 2-8 derajat celcius. Termasuk vaksin Covid-19. Kecuali vaksin polio yang minus 20 derajat celcius. Sejak vaksin diproduksi sampai digunakan di rumah sakit dan puskesmas, transportasinya mesti terjamin suhunya. Tetapi, jangan khawatir. Kita sudah berpengalaman,” ujar Dirga Sakti Rambe di Jakarta, Minggu (22/11).

Dia mengatakan sistem rantai dingin yang menjadi salah satu unsur penentu kualitas vaksin sudah terbangun dengan baik. “97 persen sistem rantai dingin ini berjalan dengan baik. Sehingga tidak perlu khawatir. Mulai dari pabrik sampai yang menerima di Puskesmas, misalnya di Aceh atau Papua, semua sudah siap,” imbuhnya.

Dia meminta masyarakat bersabar hingga hasil uji klinik fase III selesai dan izin Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) keluar terlebih dahulu. Setelah itu, vaksin COVID-19 bisa diedarkan di Indonesia.

“Dari data itu nanti ketahuan, berapa besar efektivitas vaksin COVID-19. Setelah itulah produsen mengajukan izin edar ke BPOM. Jadi kalau vaksin sudah mendapat izin edar dari BPOM, sudah dipastikan keamanan dan efektivitasnya,” papar Dirga.

Masyarakat, lanjut Dirga, tetap harus melakukan segala upaya untuk mencegah tertular meski nanti vaksin sudah beredar luas. “Disiplin 3M (Memakai Masker, Mencuci Tangan, Menjaga Jarak) harus terus kita lakukan. Vaksin itu untuk melengkapi pertahanan tubuh. Semua ini kita upayakan agar pandemi ini bisa dikendalikan,” terangnya.

Sementara itu, Juru Bicara Satgas COVID-19, Reisa Broto Asmoro mengatakan untuk mempersiapkan vaksinasi COVID-19 di Indonesia, Kementerian Kesehatan telah melatih 7.000 dari 23.000 tenaga kesehatan (nakes) sebagai vaksinator. “Pastinya, manajemen vaksin dan rantai dingin (cold chain) pun dengan cermat telah dipersiapkan,” kata Reisa.(rh/fin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *