Warga di Ciwaringin Geger, Ayah Gagahi Anak Tirinya

oleh -1.253 views
PENCABULAN-pixabay
Ilustrasi. Foto: Pixabay.com

CIREBON – Warga di Kecamatan Ciwaringin, Kabupaten Cirebon, dibuat geger. Seorang pria berinisial TR (32), tega mencabuli anak tirinya yang berinisial W (12).

TR melakukan perbuatan bejatnya karena ditinggal istri kerja di luar negeri sebagai tenaga kerja wanita (TKW).

Diketahui, pelaku dan ibu kandung korban menikah sudah lama. Yakni sejak korban masih balita. Ketika itu, pelaku berstatus sebagai perjaka dan ibu korban sebagai janda.

Baca juga:

Walikota Cirebon Positif Terinfeksi Covid-19

Terpapar Covid-19, Ini Pesan Walikota Cirebon

Debat Calon Bupati Indramayu, Makin Malam Makin Panas

Dari mulai masih TK sampai kelas 1 sekolah menengah pertama (SMP), korban tinggal di rumah keluarga pelaku yang bekerja sebagai pedagang sandal.

Sementara ibu korban, saat ini berada di luar negeri menjadi TKW.

“Ibu korban, memang dari dulu menjadi TKW. Dia sering berangkat. Kalau anaknya, di sini sama keluarga laki-laki,” tutur warga setempat berinisial SP (60).

SP sendiri tidak mengetahui persis kronologis pencabulan tersebut. Menurutnya, kasus tersebut terbongkar ketika korban selalu menangis.

Neneknya yang mengetahui itu, langsung menanyakan alasan korban menangis. Nah, saat itulah korban menceritakan tindakan bejat ayah tirinya.

“Ramainya sekarang, setelah korban ngomong ke neneknya, kalau dia digituin sama bapaknya. Sampai kemaluannya berdarah,” tuturnya.

Sementara itu, aparat desa setempat berinisial HM, membenarkan adanya peristiwa pencabulan yang dilakukan oleh bapak kepada anak tirinya. Namun, pihak aparat desa tidak mengetahui secara jelas kronologis kejadian tersebut.

“Saya nggak tahu persis kronologisnya. Tahu itu pas keluarga ibu korban minta didampingi untuk mengambil ijazah dan pakaian. Saya tanya ada apa, ternyata kejadiannya seperti itu,” kata HM.

Setelah mengetahui kejadian itu, ia sudah memastikan korban dan pelaku terpisah. Ia juga sempat menanyakan ke pelaku. Pelakunya mengaku akan bertanggung jawab bila terjadi apa-apa terhadap korban.

“Pelaku masih ada. Tidak kabur. Korbannya sudah ada di bapak kandungannya, dirawat. Pelaku dan korban sudah dipisahkan. Saya juga bingung, kenapa belum melaporkan ke polisi? Ya mungkin karena mereka masih satu keluarga,” pungkasnya. (cep)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *