Satgas Covid-19 Pantau Pilkada

oleh -43 views

JAKARTA-Satgas Penanganan Covid-19 terus memantau pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak tahun 2020.

Untuk itu, satgas telah berkoodinasi dengan Kementerian Dalam Negeri, Polri dan semua pihak yang terlibat dalam penyelenggaran Pilkada.

Baca Juga:

KPPS Pilkada Indramayu 2020 Serentak Dilantik

Siap Dipanggil Polisi, Habib Rizieq Juga Singgung Kerumunan Pilkada Solo

Pilkada Serentak 2020 Diklaim Aman

Demikian diungkapkan Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito kepada awak media, kemarin.

Ditegaskan Wiku, pihaknya selalu memantau perkembangan zonasi dari 319 kabupaten/kota yang akan melakukan kegiatan pilkada, sebagai dasar pelaksaanaan kegiatan.

“Upaya pencegahan lain yang dilakukan ialah merancang peraturan tahapan pemilihan serentak, agar tidak memperbesar peluang penularan Covid-19,” jelasnya.

Sampai saat ini, lanjut Wiku, berbagai pelaporan pelanggaran maupun hasil evaluasi simulasi pilkada menjadi bahan perbaikan kedepannya.

Salah satu bukti respons pemerintah dan adaftif terhadap perkembangan yang ada, yaitu perubahan Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 6 menjadi PKPU Nomor 13, maupun Satgas Covid-19 yang terus memfasilitasi penyediaan alat testing untuk keperluan screening .

Lebih lanjut, dikatakan Wiku, Satgas Penanganan Covid-19 pusat dan daerah selalu berkoordinasi ketika terjadi kerumunan seperti demonstrasi terkait Undang-Undang Cipta Kerja. Satgas daerah juga secara aktif melakukan tes screening , baik kepada pendemo yang diamankan, serta petugas pengamanan. “Tidak berhenti pada upaya screening, bagi demonstran yang reaktif, dilanjutkan dengan testing untuk diagnostik dan isolasi atau perawatan di Rumah Sakit Bhayangkara daerah setempat,” lanjut Wiku.

Lalu, berdasarkan pelaporan dalam rapat koordinasi mingguan, dinas kesehatan yang daerahnya terjadi kerumunan sedang melakukan penjaringan, baik testing (pemeriksaan) maupun tracing (pelacakan) dan masih terus berlanjut.

“Kami akan selalu menginfokan update follow up dari perkembangan potensial lonjakan kasus,” tutup Wiku. (sud/rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *