Warga Astanamukti Tewas Tertemper Kereta Petikemas di Perlintasan tanpa Palang Pintu

oleh -2.702 views
Warga-Astanamukti-Tewas-Tertemper-Kereta
Dakri (68) warga Blok Posong, Desa Astanamukti, Kecamatan Pangenan, Kabupaten Cirebon tewas seketika tertabrak kereta api barang petikemas relasi Surabaya-Jakarta yang melintas di antara Stasiun Babakan-Waruduwur KM 209+5, Kamis (26/11). Foto: Istimewa

CIREBON – Dakri (68) warga Blok Posong, Desa Astanamukti, Kecamatan Pangenan, Kabupaten Cirebon tewas seketika tertabrak kereta api barang petikemas yang melintas, Kamis (26/11). Diduga korban memaksa menerobos perlintasan kereta api saat mengendarai sepeda motor.

Keterangan yang dihimpun radarcirebon.com, peristiwa itu berawal Kamis (26/11) sekitar pukul 05.30, korban mengendarai sepeda motor Honda 70 merah nopol E 3680 LB.

Pada saat kereta api barang petikemas bernomor 2513 akan melintas, warga yang menjaga perlintasan KM 209+7/8 antara Stasiun Babakan-Waruduwur KM 209+5 sudah memberhentikan warga yang akan melintas. Tetapi korban memaksakan menerobos perlintasan.

Baca juga:

2 Hari Hilang, Tukang Kebun Hotel Ditemukan Tewas di Dalam Sumur

Warga Suranenggala Lor Mendadak Tewas di Atas Sepeda Motor

GOR Watubelah dan Bangunan Lama RSUD Arjawinangun akan Jadi Tempat Isolasi Pasien Covid-19

Bahkan, saat menerobos warga pun sudah meneriakinya akan ada kereta melintas. Karena tak menghiraukan, korban beserta sepeda motornya tertabrak kereta api barang petikemas dari arah Surabaya menuju Jakarta. Sepeda motor korban terpental sejauh 500 meter.

“Betul hari ini telah terjadi kecelakaan kereta. Seorang pengendara sepeda motor tertemper kereta api barang petikemas relasi Surabaya-Jakarta di antara Stasiun Babakan-Waruduwur KM 209+5. Perlintasan itu tak berpalang, namun dijaga oleh warga secara swadaya,” ujar Manajer Humas PT KAI Daop 3 Cirebon Luqman Hakim dikonfirmasi radarcirebon.com, Kamis (26/1).

Luqman mengimbau seluruh pengguna jalan untuk bersama-sama menaati rambu-rambu yang ada. Serta lebih waspada saat akan melintasi perlintasan sebidang kereta api.

“Jangan terobos perlintasan kereta api, apalagi yang tak berpalang pintu. Bahaya!,” serunya. (rdh)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *