Yang Benar, Tanjakan Batu Banteng atau Batu Babi? Ini Kata Sesepuh

oleh -733 views

PANTURA X FILES – Sebuah tanjakan di Beber, Jalan Raya Cirebon Kuningan kerap jadi mitos. Namanya tanjakan batu babi. Yang kerap juga disebut batu banteng. Mana yang benar?

Abah Golay, sesepuh desa setempat mengatakan, tanjakan tersebut dikenal dengan batu babi. Itu ada hubungannya dengan cerita zaman dahulu.

Baca Juga: Efek Libur Panjang, Kabupaten Cirebon Kembali ke Zona Merah

“Batu babi tersebut sudah ada sejak jalur Cirebon-Kuningan itu belum dibangun,” kata Abah Golay, kepada Radar Cirebon.

Cerita lain dituturkan sesepuh desa setempat, bahwa dulunya batu babi tersebut berada di tengah jalan.

Baca Juga: Kabupaten Cirebon Zona Merah Lagi, Ini Penyebabnya

Karena menghalangi jalur jalan, maka seseorang dengan kesaktian tinggi mencoba memindahkan batu babi tersebut.

“Batunya dipecut, pindah. Nah katanya, pecut yang dipakai ditancapkan di pinggir batu yang sekarang menjadi pohon besar untuk menemami batu babi tersebut,” ujar pria yang biasa dipanggil Abah Golay ini.

Menurut dia, mahluk gaib penunggu batu babi dan pohon besar tersebut sudah pindah seiring perkembangan zaman.

Baca Juga: Kabupaten Zona Merah Covid-19, Kadinkes: Please Masyarakat Terapkan Protokol Kesehatan

“Sekarang penunggunya pindah ke batu yang ada di kebun saya, posisinya ada di belakang batu babi itu,” papar Abah Golay.

Keangkeran dan mitos batu babi sering kali dikaitkan dengan kecelakaan yang kerap terjadi di tanjakan tersebut.

Tanjakan yang panjang ditambah jurang tinggi dengan dasar jurang berisi batu-batu besar, menambah aura mistis di tanjakan tersebut kian kental.

Baca Juga: Gisel: Maaf Saya Bukan Contoh yang Terpuji

Tidak jarang banyak kendaraan besar dengan bobot berat tidak kuat untuk menyelesaikan tanjakan tersebut dan mogok di tengah tanjakan.

“Makanya kalau orang dari luar daerah jika ingin melintas di tanjakan tersebut, setidaknya melemparkan sebatang rokok ke arah batu babi untuk kelancaran dan keselamatan,” ujar sesepuh lain bernama Abah Omo Sutomo. (brd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *