Doni Monardo Ingatkan Masyarakat Disiplin Protokol Kesehatan

oleh -32 views

KETUA Satgas Penanganan Covid-19 Letjen TNI Doni Monardo mengingatkan masyarakat untuk disiplin menjalankan protokol kesehatan.

Hal tersebut, kata Doni, dilakukan untuk menekan peningkatan kasus aktif. Sehingga bisa melindungi para dokter dan perawat.

“Jumlah dokter di Tanah Air juga sangat terbatas sehingga perlu ada perlindungan yang segera agar fasilitas-fasilitas kesehatan kita tidak mengalami kepanikan,” katanya dalam diskusi bertema Update Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Berbagai Daerah Jawa dan Bali, Kamis (7/1).

BACA JUGA:Gubernur Khofifah Telepon Doni Monardo, Anggaran Covid-19 Jawa Timur Kehabisan

Tidak hanya itu, lanjut Doni, untuk menekan peningakatan kasus aktif juga perlu langkah yang tepat dan terukur. Seperti yang tengah dilakukan pemerintah saat ini, yakni menerapkan pembatasan yang akan berlaku pada 11 hingga 25 Januari 2021.

“Berdasarkan pengalaman September lalu, ketika terjadi pelonjakan kasus yang sangat tinggi, kemudian pemerintah pusat dan daerah menyusun strategi untuk melakukan pembatasan. Alhamdulillah, saat puncaknya terjadi pada Oktober minggu kedua lantas bisa kita tekan sampai 20 persen. Ternyata bisa, ini yang harus kita lakukan,” paparnya.

BACA JUGA:Doni Monardo: Aktifkan Kembali Posko Covid-19 di Daerah

Kerja sama antara pemerintah pusat dan daerah perlu dilakukan. Begitupun dengan masyarakat, harus ikut terlibat. Caranya, dengan patuh protokol kesehatan.

“Mari kita bandingkan permintaan kita semua kepada masyarakat, kita sendiri, saya juga untuk patuh protokol kesehatan, pakai masker, jaga jarak, tidak boleh berkerumun, cuci tangan sesering mungkin belum sebanding dengan pengorbanan para dokter dan perawat yang harus melayani pasien sekian jam. Nah, marilah kita meningkatkan disiplin protokol kesehatan,” tuturnya.

Doni menyadari, setelah hampir 10 bulan menghadapi situasi pandemi, banyak yang sudah merasa lelah bahkan tidak tahan. Namun, ia meminta tetap bersabar.

“Menangani pandemi ini harus bersama-sama, harus gotong royong, penjelasan Menko tadi bukan pelarangan tapi pembatasan. Jadi tidak ada kegiatan yang dilarang, masih bisa berjalan tapi dibatasi. Selama kita masih bisa melakukan kegiatan dengan pembatasan, saya yakin kita mampu memutus rantai penularan,” tandasnya. (pojoksatu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *