Nyabu di Kontrakan, Vokalis Band Ditangkap Polisi di Bandung

oleh -219 views
Vokalis band Kapten Ahmad Zaki bersama rekannya SP ditangkap Satres Narkoba Polrestabes Bandung, Jawa Barat, atas dugaan pengunaan narkoba jenis sabu. (Istimewa)

VOKALIS band Kapten, Ahmad Zaki ditankap polisi atas dugaan penyalahgunaan narkoba jenis sabu. Zaki kedapatan mengonsumsi barang haram itu di kamar kontrakannya di Sadang Serang, Kota Bandung, Jawa Barat.

Kepala Satres Narkoba Polrestabes Bandung AKBP Ricky Hendarsyah mengatakan, Zaki diamankan bersama barang bukti berupa satu bungkus plastik sabu seberat 0,29 gram.

“Selanjutnya diadakan tes urine kepada dua tersangka tersebut, dan hasilnya positif sabu,” kata Ricky di Mapolrestabes Bandung, Kota Bandung, Jawa Barat, Jumat (15/1/2021).

Baca juga: Kapal China Menyusup Selat Sunda, Politikus PKS: Tenggelamkan!!!

Ricky mengatakan penangkapan itu dilakukan pada Rabu 13 Januari malam, pukul 20.30 WIB.

Sebelumnya, kata dia, polisi menerima laporan lokasi di sekitar Sadang Serang, Kota Bandung, kerap terjadi penggunaan narkoba.

Zaki kemudian ditangkap dengan rekannya berinisial SP di kamar kontrakan tersebut.

Namun Ricky memastikan SP bukan merupakan personel band yang sama dengan Zaki.

Baca juga: Covid-19 Kabupaten Cirebon Tambah 37 Kasus Baru, Stok Plasma Kritis, Ayo yang Sudah Sembuh Ikut Donor

Menurut Ricky, Zaki memperoleh sabu tersebut dari seseorang yang berinisial MG.

Hingga kini, menurutnya, polisi masih melakukan pengejaran kepada MG tersebut.

Baca juga: Pamer Senjata Baru, Korut: Paling Kuat di Dunia

“Sabu tersebut didapat dari MG dengan cara membeli dengan harga Rp250 ribu melalui perantara SP,” katanya.

Berdasarkan pemeriksaan, Ricky mengatakan Zaki telah mengonsumsi barang terlarang itu sejak tahun 2015.

Namun Zaki sempat berhenti menggunakannya pada tahun 2018, lalu pada tahun 2020, ia mengonsumsi kembali.

Alhasil, Zaki dan SP dijerat dengan Pasal 112 Ayat 1 UU Nomor 35 Tahun 2009, serta Pasal 127 Ayat 1 UU Nomor 25 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman maksimal hukuman 12 tahun penjara dan dengan paling banyak Rp8 miliar. (riz/fin)

Baca juga: Dampak Mengerikan Gempa Mamuju, Rumah Lantai 3 Ketua IDI Rata dengan Tanah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *