Tewas Ditusuk Usai Beri Bantuan Korban Longsor

oleh -1.549 views
Sosok Karta Gunawan, korban penusukan kelompok tak dikenal di Cimanggung, Sumedang.

NASIB tragis menimpa Karta Gunawan (37) warga Cileunyi Kulon, Kabupaten Bandung. Selepas memberikan bantuan kepada korban longsor di Cimanggung, Sumedang, Karta ditusuk hingga tewas oleh sejumlah orang tak dikenal.

Peristiwa ini terjadi usai korgan menyerahkan bantuan sosial untuk warga korban longsor di Cimanggung, Sumedang, Jumat 16 Januari.

Korban yang diketahui bernama Karta Gunawan (37) sempat dilarikan ke rumah sakit namun nyawanya tidak tertolong.

Peristiwa ini dibenarkan Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Sumedang AKP Yanto Slamet.

Baca juga: Jadwal Sepak Bola: Inter vs Juve, Liverpool vs MU

“Kejadian terjadi di wilayah Cimanggung. Nyawa korban tak tertolong dan tewas di rumah sakit,” ujar Yanto.

Yanto mengatakan pihak kepolisian sedang melakukan penyelidikan atas kejadian tersebut.

Sementara itu, pihak keluarga berusah mengikhlaskan kepergian almarhum Karta. Namun, mereka berharap penegak hukum memproses kasus tersebut semaksimal mungkin hingga pelaku tertangkap.

Baca juga: Ngaku-ngaku Ustaz, Aldi Taher Disemprot Warganet

“Keluarga iklas atas berpulangnya almarhum, namun kami baik kerabat ataupun pihak keluarga meminta agar proses hukum terus ditegakan. Saya ingin keadilan buat almarhum. Kalau emang negara kita negara hukum tolong tuntaskan kasus almarhum,” tegas Aulia, salah seorang kerabat korban.

Rian yang juga kerabat lainnya dari almarhum meminta ada perhatian dari pemerintah untuk keluarga Karta, khususnya bagi anak-anak dari almarhum Karta.

“Almarhum meninggal usai melakukan bakti sosial, membantu masyarakat yang sedang kesusahan, membantu pemerintah juga dalam hal pemberian bantuan sosial,” kata Rian.

“Alangkah baiknya jika pemerintah, baik daerah ataupun siapapun juga membantu keluarga almarhum terutama anak-anak almarhum yang telah ditinggalkan sang kepala keluarga,” pungkasnya. (pojoksatu)

Baca juga: Kondisi Terkini Habib Rizieq, Pengacara: Masih Mengkhawatirkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *