Kondisi Terbaru Banjir Panguragan, Ketinggian Air Masih Selutut Orang Dewasa

oleh -114 views
Banjir-Panguragan
Kondisi di wilayah Panguragan, Kabupaten Cirebon, saat ini masih terendam banjir, Selasa (19/1). Genangan air masih setinggi lutut orang dewasa. Foto: Tangkapan layar video kiriman warga

CIREBON – Kondisi di wilayah Panguragan, Kabupaten Cirebon, saat ini masih terendam banjir, Selasa (19/1). Banjir di wilayah Panguragan terjadi sejak Senin (18/1) dini hari.

Redaksi menerima kiriman video dari warga terkait kondisi terbaru di wilayah Panguragan. Air masih tampak setinggi lutut orang dewasa.

Warga sekitar tidak bisa berbuat banyak. Kecuali siaga banjir susulan dan membersihkan sisa-sisa genangan air yang sempat masuk rumah.

“Siang guys. Ketemu maning karo Kodir Sugiarto. Nih, guys posisi lagi ning Panguragan Kulon. Banjir olih rong dina durung surut ya pak ya (Siang semuanya. Ketemu lagi dengan Kodir Sugiarto. Nih semuanya, posisi lagi di Pangiragan Kulon. Banjir sudah dua hari belum surut ya pak ya),” sebut Kodir Sugiarto dalam rekaman video yang dibagikannya.

Bahkan, ketinggian air setinggi lutut tersebut karena sudah disedot menggunakan pompa air dan dibuang ke aliran sungai.

Tapi karena kondisi sungai juga masih pasang, sehingga air yang menggenangi permukiman warga tidak cepat surut.

Seperti diketahui, hujan yang terjadi di wilayah Cirebon dan sekitarnya pada Minggu (17/1) sore hingga Senin (18/1) dini hari mengakibatkan banjir di sejumlah tempat. Tidak terkecuali di wilayah Panguragan.

Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cirebon, curah hujan tinggi dan luapan sungai menyebabkan sedikitnya 7 kecamatan di Kabupaten Cirebon terendam banjir.

Menurut Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Cirebon, Alex, sedikitnya terdapat tiga kecamatan yang masih tergenang yakni Suranenggala, Susukan dan Panguragan.

“Yang paling parah Panguragan dan Susukan, sampai tergenang,” ujar Alex, kepada Radar Cirebon.

Disampaikan dia, penyebab banjir adalah curah hujan tinggi yang memicu terjadinya luapan sungai. (hsn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *