Gempa Sulut, Lantai RSUD Talaud Retak, Listrik Padam, Komunikasi Sulit

oleh -1.166 views
gempa-di-kepulauan-talaud
Lantai RSUD Talaud retak karena gempa. Foto: IST

MANADO – Gempa magnitudo 7,1 mengguncang Melonguane, Provinsi Sulawesi Utara turut difm rasakan warga di Kepulauan Talaud, hari ini Kamis (21/1), pukul 19.23 WIB.

Dilaporkan lantai RSUD Talaud retak akibat guncangan gempa. Pusat Pengendali Operasi BPBD Kabupaten Kepulauan Talaud melaporkan warganya merasakan guncangan kuat selama 3 detik.

Baca Juga: Gempa Sulut, BMKG: Hindari Bangunan Retak dan Rusak

Informasi yang diterima BNPB menyebutkan kondisi di Kepulauan Talaud sekarang ini tidak ada penerangan atau lampu mati serta komunikasi juga agak sulit.

Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 4,94 LU dan 127,44 BT atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 132 km arah Timur Laut Kota Melonguane, Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara pada kedalaman 119 km.

Baca Juga: Gempa Turut Dirasakan di Manado, Warga Berhamburan Keluar Rumah

Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Bambang Setiyo Prayitno menjelaskan, memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang melanda Sulawesi Utara merupakan jenis menengah.

Diduga terjadi akibat adanya aktivitas subduksi lempeng Filipina. “Gempa ini tidak berpotensi Tsunami,” kata Bambang dalam keterangannya, Kamis (21/1).

Guncangan gempa bumi ini dirasakan di daerah Melonguane, Tahuna, Ondong IV MMI, Manado, Bitung III MMI. Galela , Gorontalo, Morotai, Halmahera Utara, Halmahera Barat II-III MMI. Kemudian Bolaang Uki II MMI, Ternate, Sofifi, Halmahera Tengah I-II MMI.

Menurut Bambang sampai saat ini, belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami.

“Hingga hari Kamis, 21 Januari 2021 pukul 19.39 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan (aftershock),” ujar Bambang.

Oleh karena itu, Bambang meminta masyarakat untuk menghindari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.

Masyarakat harus memastikan, bangunan tempat tinggal cukup tahan gempa atau tidak ada kerusakan akibat getaran gempa. “Karena bisa membahayakan kestabilan bangunan sebelum kembali ke dalam rumah,” pungkasnya. (yud/JP)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *