Sriwijaya Air Serahkan Santunan Rp1,25 Miliar ke Para Ahli Waris

oleh -69 views
SERPIHAN: Petugas mengumpulkan serpihan pesawat Sriwijaya Air SJ 182, beberapa waktu lalu. Dari kejadian itu, pihak Sriwijaya Air menyerahkan santunan Rp1,25 miliar kepada ahli waris dari setiap korban.FOTO:ISSAK RAMDANI /FIN

JAKARTA- Maskapai Sriwijaya Air menyerahkan santunan kepada ahli waris korban pesawat jatuh bernomor penerbangan SJ 182 di perairan Pulau Seribu. Nilai santunan sebesar Rp1,25 miliar untuk setiap keluarga korban.

Sementara pihak Jasa Raharja menyerahkan santunan sebesar Rp50 juta. Demikian disampaikan oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Suamadi saat hendak menyerahkan santunan kepada keluarga korban di Jakarta International Container Terminal, Jakarta Utara, kemarin (20/1).

“Secara paralel Sriwijaya telah menyiapkan penyerahan uang asuransi sebesar Rp1,25 miliar per penumpang kepada ahli waris setelah keluarga korban melengkapi surat yang menunjukkan ahli waris yang dikeluarkan oleh pemerintah setempat,” kata Budi lewat YouTube Sekretariat Presiden, kemarin.

Budi Sumadi juga menyampaikan, pihak Jasa Raharja menyerahkan santunan sebesar Rp50 juta per orang. “Pihak asuransi juga telah menyerahkan santunan kecelakaan sebanyak Rp50 juta kepada korban sebanyak 36 orang,” ungkapnya.

Penyerahan santunan itu disaksikan langsung oleh Presiden Joko Widodo. Dalam kesempatan itu, Jokowi meminta Sriwijaya Air dan Jasa Raharja segera menyelesaikan pemberian santunan kepada seluruh korban kecelakaan SJ 182.

“Saya mengucapkan terima kasih atas santunan ini dan segera diselesaikan keseluruhan korban dan penumpang. Saya juga ingin menyampaikan duka cita yg mendalam kepada keluarga, semoga diberikan keikhlasan dan kesabaran,” kata Jokowi.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu juga meminta kepada Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk menindaklanjuti permasalahan di bidang transportasi. Ia ingin dua lembaga itu mengedepankan keselamatan di bidang transportasi.

“Saya minta agar ditindaklanjuti, terutama pemeriksaan dan pengawasan terhadap pesawat-pesawat yang akan terbang demi keselamatan masyarakat dan penumpang,” ucap Jokowi.

Data dari Kemenhub, sampai dengan hari ini sudah ada 40 identitas korban yang berhasil diidentifikasi oleh RS Polri. Sementara, 27 jenazah sudah diserahkan ke keluarga.

Sebelumnya,KNKT menyatakan hasil investigasi awal kecelakaan pesawat Sriwijaya Air SJ 182 rute Jakarta-Pontianak di perairan Kepulauan Seribu, Jakarta akan segera dibeberkan ke publik. Paling lambat bulan depan.

Kepala Sub Komite Investigasi Keselamatan Penerbangan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Nurcahyo Utomo mengatakan akan segera merilis laporan awal (preliminary report) hasil investigasi kecelakaan pesawat Sriwijaya Air SJ 182.

Rencananya paling lambat bulan depan atau 30 hari setelah kecelakaan. “Kami berharap 30 hari setelah kecelakaan, kami dapat memberikan laporan awal dan apabila nanti dipublikasikan, kami akan menyampaikan kepada masyarakat luas,” katanya di Jakarta, Selasa (19/1).

Dikatakannya, pada Minggu (18/1) pihaknya telah melakukan investigasi bersama 11 orang dari Amerika. Dibeberkannya, mereka adalah empat orang dari Dewan Keselamatan Transportasi Nasional AS (NTSB), empat dari Boeing, dua dari Federal Aviation Administration (FAA) dan satu dari General Electric sebagai pembuat mesin pesawat.

“Hal ini sesuai dengan ICAO Annex 13, dimana negara pembuat desain pesawat berhak berpartisipasi dalam investigasi. Berpartisipasi dalam investigasi kali ini juga dua investigator TSIB Singapura dalam hal ini pasrtisipasi dalam sesuai dengan kerja sama negara-negara ASEAN,” katanya.

Pihaknya juga sudah mengunduh seluruh data kotak hitam, yakni Flight Data Recorder (FDR). FDR sendiri telah ditemukan tim SAR pada Selasa (12/1) atau tiga hari setelah kecelakaan. “Seperti disampaikan sebelumnya, kami juga sudah atau sudah mengunduh data FDR dan kami sampaikan data FDR sudah bisa kami dapatkan. Sudah berhasil diunduh dengan total 370 parameter, 27 jam atau 18 penerbangan termasuk penerbangan yang mengalami kecelakaan,” jelasnya.

Namun, data tersebut masih akan didalami lagi dan sampai saat ini belum bisa mempublikasikan. “Dari data yang diperoleh, kami mendapatkan beberapa petunjuk untuk didalami lebih lanjut untuk keperluan investigasi dan juga kami sangat mengharapkan dapat ditemukan CVR untuk mendukung data yang kami peroleh dari FDR,” ujarnya. (din/fin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *