Heru Subagia Kandidat Terkuat Ketua DPD PAN

oleh -158 views
SEMANGAT: Ketua DPW PAN Jawa Barat, Desi Ratnasari melakukan kunjungan ke DPD PAN Kabupaten Cirebon, kemarin. OKRI RIYANA/RADAR CIREBON

CIREBON – DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Cirebon mulai berbenah. Hasil Musyawarah Daerah (Musda), Minggu (17/1) lalu menghasilkan empat tim formatur. Semuanya menggodok kebangkitan partai besutan Amien Rais itu.

Dari empat tim formatur, Heru Subagia SIP MM menjadi kandidat terkuat Ketua DPD PAN Kabupaten Cirebon. Ketua DPW PAN Jawa Barat, Desi Ratnasari mengatakan, empat tim formatur itu berdasarkan keputusan Ketua Umum DPP PAN.

Karena itu, pihaknya hadir ke Kabupaten Cirebon untuk memastikan tim formatur melakukan rapat agar tidak terjadi intrik politik. Pun menyingkirkan ego pribadi. Yang harus terjadi adalah soliditas di internal.

“Saya harap, hasil rapat tim formatur itu bisa muncul sepakat dan mufakat siapa yang akan menjadi ketua DPD PAN. Karena kepentingan kita adalah membesarkan PAN,” ujar Desi, kepada Radar, kemarin (22/1).

Setidaknya, kata Desi, PAN di Kabupaten Cirebon dapat mewakili suara rakyat di pemilu 2024 mendatang. Dengan target, 4 kursi di parlemen. Tidak muluk-muluk. “Empat kursi itu representasi dari empat tim formatur yang saat ini ada. Dan mereka harus berjuang,” katanya.

Ia mengakui, PAN saat ini tidak mempunyai kursi satu pun di parlemen Kabupaten Cirebon. Penyebabnya, ada di internal dan eksternal. Karena itu, tim formatur yang sudah terbentuk harus mempelajari situasi dan pengalaman politik di lapangan.

“Sejarah perjalanan PAN di Kabupaten Cirebon pun harus kita gali lagi. Dan kita harus beradaptasi dengan masyarakat Kabupaten Cirebon,” imbuhnya.

Sementara itu, Kandidat Terkuat Ketua DPD PAN Kabupaten Cirebon, Heru Subagia SIP MM mengatakan, yang terpenting dalam berpolitik adalah kemampuan koordinasi yang dimiliki seorang leader.

Sebab, politik selalu berubah-ubah. “Kemudian, kita juga harus mempunyai kemampuan daya analisis. Sehingga totalitas bisa menggerakkan aset-aset yang dimiliki PAN di daerah,” tuturnya

Menurutnya, dinamika politik menjelang pemilihan sangat sensitif. Peserta caleg harus berebut suara. Artinya, PAN jangan sampai terjebak satu kotak. Yang akhirnya, tidak menghasilkan apa-apa.

“Analisis ini yang harus dimiliki leader. Pun bisa memobilisasi kekuatan PAN yang ada. Jangan sampai leader tidak tau dan tidak paham dengan dinamika politik,” imbuhnya.

Selain itu, kata Heru, seorang leader juga harus mempunyai relationship atah hubungan yang bisa  mengkombinasikan aset PAN dan eksternal. Seperti mendekati calon pemilih. “Sebab, market kita adalah abangan dan Nahdiyin. Bahkan, PAN harus bisa mengambil simpati kekuatan besar mulai dari daerah, regional, sampai nasional,” paparnya.

Dengan demikian, tambah Heru, suara PAN bisa terangkat. Karena targetnya adalah, daerah 4 kursi, provinsi 1 kursi dan DPR RI 1 kursi. (sam/opl)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *