Dentuman Keras di Bali, Ada yang Bilang Lihat Meteor Jatuh

oleh -134 views
Ilustrasi

WARGA Buleleng, Bali, dihebohkan dengan suara dentuman keras yang terjadi pada Minggu 24 Januari pagi sekitar pukul 10.30 Wita.

Suara dentuman keras terdengan dua kali. Belum diketahui dari mana asal suara tersebut. Ada yang mengira suara itu berasal dari ledakan dinamit.

Ada juga yang bersaksi melihat meteor jatuh sebelum terdengar dentuman. Sedangkan BMKG menyebut dentuman bukan berasal dari aktivitas gempa tektonik.

Berdasrkan laporan Radarbali.id warga suara dentuman terdengar mulai dari kawasan Danau Tamblingan, Desa Pancasari, Kecamatan Sukasada; Desa Pedawa, Kecamatan Banjar, hingga ke sejumlah desa di Kecamatan Kubutambahan.

Padahal, jarak antar desa di tiap kecamatan di Kabupaten Buleleng itu bisa mencapai belasan kilometer. Bahkan ada beberapa saksi bahkan mengatakan, suara dentuman itu terdengar hingga ke Baturiti, Kabupaten Tabanan.

Baca juga: Aksi Maling Mobil di Apotek Tengah Tani Gagal karena Stir Terkunci

Sejumlah saksi yang dikutip Radarbali.id mengungkapkan, suara dentuman tersebut berasal dari dinamit yang meledak di area proyek Bendungan Tamblang, di Kecamatan Kubutambahan.

“Dinamit meledak di Bendungan Tamblang. Agar bisa mendapatkan kedalaman maksimal,” tulis akun Facebook @sudharsana pradipta yang dikutip Radarbali.id.

Yang aneh, beberapa saksi malah menyatakan tidak terdengar dan terjadi ledakan dinamit di area Bendungan Tamblang.

Dramatisasi suara dentuman kian menjadi-jadi setelah sumber lain menyebut melihat meteor jatuh sebelum bunyi dentuman terjadi.

“Tetangga saya banyak yang melihat ada meteor jatuh, min. Setelah hilang ada suata ledakan. Banyak sih yang ngelihat,” tulis akun @ditha_saputra di postingan Info Singaraja.

Baca juga: Kisah Mengharukan di Balik Identifikasi Penumpang Sriwijaya Air dengan Jaket Minnie Mouse

Pasca kehebohan suara dentuman yang membuat heboh Bali Minggu pagi, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) langsung bereaksi.

Kabid Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono di akun twitter menyakini suara dentuman yang menghebohkan warga Buleleng bukan aktivitas gempa tektonik.

Pasalnya, dua sensos seismik lain yang lokasinya relative dekat tidak mencatat terjadinya aktivitas kegempaanya. Terus apa?

“Terkait adanya suara ledakan yang terjadi di Buleleng Bali, alat kami sensor seismik BMKG mencatat anomaly gelombang isekitar pukul 02.27.17 UTC (10.27.17 Wita,” kata Daryono. (rb/mus/mus/JPR)

Baca juga: Aksi Heroik Dokter Nisa, Bawa Pasien Covid-19 Pakai Mobil Pribadi dari Jakarta ke RSD Gunung Jati Cirebon

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *