Berwisata ke RS Paru Sidawangi, View Gunung Ciremai dan Kota Cirebon, Kafe 24 Jam

oleh -377 views
RS Paru Sidawangi terus berbenah untuk menjadi salah satu rumah sakit terbaik di Jawa Barat.

SUASANA tenang dan damai langsung menyergap ketika baru memasuki kompleks Rumah Sakit (RS) Paru Sidawangi. Rimbunnya pepohonan dan udara yang sejuk membuat siapapun yang berkunjung ke rumah sakit ini terkesan seperti berwisata.

Ya, siapapun yang masuk dan berkeliling rumah sakit ini akan terasa di tempat wisata. Selain karena sebagian gedung merupakan peninggalan era kolonial, suasana tenang dan nyaman benar-benar membuat kesan berada di tempat wisata.

Belum lagi panorama alam yang ditawarkan begitu mempesona. Di sisi kiri rumah sakit bisa leluasa mendapatkan pemandangan Kota Cirebon beserta lautnya. Di sisi kanan rumah sakit, kita bisa mendapatkan pemandangan Gunung Ciremai.

“Rumah sakit ini memendam banyak potensi untuk digali. Tidak hanya potensi pengembangan rumah sakitnya, tapi potensi alamnya pun sangat kaya dan ini tidak dimiliki rumah sakit lainnya,” ujar Direktur RS Paru Sidawangi dr Lucya Agung Susilawati MARS.

Menurut Lucya, RS Paru Sidawangi saat ini tengah berbenah. Tidak hanya dari sisi pelayanannya, tapi pengembangan dari potensi alam dan demografinya pun sudah direncanakan dengan matang. Saat ini pihak manajemen sedang menyusun konsep global green and healthy hospital (GGHH) untuk memaksimalkan potensi yang ada.

“Ada beberapa perencanaan yang akan kita lakukan. Selain konsep GGHH, kita juga punya konsep pengembangan bisnis center. Ada rencana revitalisasi rumah sakit yang membutuhkan biaya sampai dengan Rp600 miliar,” imbuhnya.

Banyak keuntungan yang didapat bagi pengunjung yang datang ke RS Paru Sidawangi. Selain lingkungan yang asri yang bisa mempercepat proses recovery pasien, view yang ditawarkan RS Paru juga bisa membuat betah para keluarga penunggu pasien.

“Saat ini kita tak hanya buka layanan untuk penanganan paru saja, tapi kita juga buka layanan fasilitas lainnya. Seperti pemeriksaan kandungan dan kesehatan lainnya,” ungkapnya.

Tak hanya untuk pasien dan keluarganya, RS Paru, lanjut Lucya, juga membuka kafe untuk pengunjung yang ingin menikmati kopi sambil menatap pemandangan Gunung Ciremai. “Akses untuk kafe kita buat terpisah, kita upayakan 24 jam bisa kita buka,” bebernya.

Lucya mengatakan RSParu Sidawangi kini sudah berubah drastis. Tampilan rumah sakit peninggalan era kolonial tersebut kini jauh lebih cantik. Perlahan tapi pasti, RS Paru Sidawangi kini mulai bertransformasi menuju rumah sakit umum dengan unggulan paru.

Rumah sakit yang kini berusia 81 tahun tersebut sudah sangat cantik. Banyak perubahan positif yang terlihat yang menjadikan rumah sakit yang berada di perbatasan Cirebon-Kuningan tersebut tidak kalah dengan rumah sakit lainnya. (Andri Wiguna/Radar Cirebon)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *