Ribuan Warga Hong Kong Terpaksa di Rumah Saja

oleh -45 views
MASA PANDEMI: Suasana di wilayah Cheung Chau di tengah pandemi Covid-19 sebelum diberlakukannya lockdown di Hong Kong, China. Foto: REUTERS/Joyce Zhou/AWW/djo

HONG KONG – Pemerintah Hong Kong saat ini telah mengunci area di semenanjung Kowloon sejak Sabtu (23/1). Pemerintah setempat menyebutkan bahwa 10.000 penduduknya harus tinggal di rumah sampai mereka semua diuji untuk virus corona baru dan sudah diketahui hasilnya.

Pemerintah mengatakan ada 70 bangunan di “daerah terlarang” itu dan bertujuan untuk menyelesaikan proses dalam waktu sekitar 48 jam, sehingga orang dapat mulai bekerja pada hari Senin. Otoritas Hong Kong telah mengambil tindakan agresif untuk memerangi pandemi Covid-19 di pusat keuangan dan maskapai penerbangan Asia itu, tetapi langkah pada hari Sabtu adalah penguncian pertama di kota yang diperintah China itu.

Banyak bangunan tua dan tidak terawat dengan baik di daerah kecil dan padat penduduk, di mana unit terbagi biasa terjadi, kata sekretaris kesehatan Sophia Chan. “Risiko infeksi di masyarakat cukup tinggi. “Setelah penilaian, kami pikir perlu membuat deklarasi pengujian pembatasan di area terlarang untuk mencapai tujuan nol kasus,” ,” katanya dalam konferensi pers.

Area terlarang telah mengkonfirmasi 162 kasus Covid-19 yang dikonfirmasi bulan ini, dan rasio virus yang terdeteksi dalam sampel limbah dari bangunan di sana lebih tinggi daripada di area lain. (ant/dil/jpnn)

Sebelumnya, untuk pertama kalinya sejak pandemi Covid-19 Pemerintah Hong Kong akan memberlakukan pembatasan ekstrem.  Kebijakan untuk membatasi penularan Covid-19 itu dengan melakukan lockdown atau karantina wilayah.

Surat kabar South China Morning Post, yang mengutip keterangan narasumber anonim, menyebut langkah baru itu akan diterapkan di distrik Jordan dan Sham Shui Po, yang mencakup sebagian kecil Hong Kong namun padat populasi. Kedua distrik tersebut merupakan kawasan dengan banyak rumah susun tua dan sempit (subdivided flats) yang membuat virus dapat menyebar dengan lebih mudah.

“Infeksi tinggi dan menyebar luas yang terjadi secara tetap (di area tersebut) dan pemantauan di saluran pembuangan air menunjukkan bahwa wabah belum ada di bawah kendali,” kata sumber SCMP.

Otoritas kesehatan di wilayah kota berpenduduk total sekitar 7,5 juta orang itu pertama-tama mengisolasi empat blok rumah susun di area tersebut pada Jumat pekan lalu, dengan melarang penghuni untuk keluar atau masuk gedung untuk menjamin semuanya dikarantina. Pemerintah hanya akan mencabut aturan lockdown ketika semua orang di kawasan yang dimaksud telah dites Covid-19. Sejauh ini, Hong Kong melaporkan lebih sedikit angka infeksi dibandingkan dengan kota-kota besar lain di dunia, yakni kurang dari 10.000 secara total pada tahun lalu dengan 167 kasus kematian. Pekan lalu, Hong Kong memperpanjang aturan bekerja dari rumah untuk para pegawai negeri. Pembatasan lainnya termasuk larangan makan di restoran setelah pukul 18.00 dan penutupan fasilitas seperti pusat kebugaran, lapangan olahraga, salon kecantikan, dan bioskop.

Hong Kong juga akan mewajibkan kru pesawat yang masuk ke wilayah itu selama lebih dari dua jam untuk menjalani karantina di hotel selama dua pekan. (jpnn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *