Olah Napas untuk Jaga Paru-Paru, Jumlah Pasien Sembuh dari Covid-19 Meningkat Menjadi 798.810 Orang

oleh -37 views

JAKARTA – Pasien Covid-19 diminta sering melakukan olah napas. Hal ini pentinhg guna menjaga kebugaran paru-paru agar tetap berfungsi optimal setelah masa pemulihan. Menjaga kebugaran paru-paru pada masa pemulihan Covid-19 bertujuan agar tidak berdampak pada kondisi tubuh setelah benar-benar sembuh.

“Covid-19 kan menyerang paru-paru. Efeknya akan mengganggu pengembangan paru-paru tersebut. Karena itu harus dijaga pengembangannya. Jangan santai, kalau sakit harus fighting jaga kebugarannya. Kembangkan paru-parunya,” kata Konsultan Rehabilitasi Respirasi RSUP Persahabatan dokter Siti Chandra Widjanantie di Jakarta, Minggu (24/1).

BACA JUGA:Segini Jumlah Pasien Sembuh Covid-19 di Wisma Atlet

Dia menekankan pasien Covid-19 harus sering-sering melatih pernapasannya. Caranya, tarik napas panjang dalam-dalam dan embuskan secara perlahan-lahan. Selain itu, Siti juga menyarankan agar menjaga postur tubuh tetap baik.

Menarik napas panjang akan membuat paru-paru mengembang dengan optimal. Olahraga ini akan lebih baik apabila dilakukan secara rutin. Menurutnya, pasien Covid-19 yang pulih berpotensi memiliki kondisi paru-paru yang tidak optimal.

Paru-paru yang tidak mengembang sempurna pasca Covid-19 tersebut, akan berdampak pada kebugaran pasien. Seperti tubuh cepat letih, ataupun bernapas yang tidak seperti sebelumnya.

“Kalau tidak, nanti setelah Covid-19 dampaknya jadi cepat lelah.Itu karena pasca Covid-19 paru-parunya kadang tidak mengembang dengan baik,” paparnya.

Selain itu, pasien Covid-19 yang dalam proses pemulihan untuk lebih sering mencuci hidung. Disarankan sebaiknya menggunakan cairan NaCl. Selama menjalani aktivitas, pasien tetap menerapkan protokol kesehatan 3M (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak).

“Meski sudah pulih, protokol kesehatan wajib dilakukan. Tetap tidak boleh lengah. Karena itu, semua pihak harus mematuhi dan melaksanakan 3M secara ketat dan konsisten,” pungkasnya.

Sementara itu, perkembangan harian penanganan Covid-19 Per 24 Januari 2021, jumlah pasien sembuh sudah mencapai 798.810 orang atau persentasenya sebesar 80,7%. Jumlah ini termasuk penambahan pasien sembuh harian sebanyak 7.751 orang. 

Pada penambahan pasien terkonfirmasi positif harian yakni sebanyak 11.788 kasus. Jumlah kumulatifnya, atau pasien terkonfirmasi positif yang tercatat sejak kasus pertama hingga saat ini, mencapai 989.262 kasus. Sementara jumlah terkonfirmasi negatif Covid-19 dari hasil periksa laboratorium, per hari ini sebanyak 23.668 orang dan kumulatifnya 4.859.698 orang. 

Melihat jumlah kasus aktif atau pasien yang masih membutuhkan perawatan, per hari ini berjumlah 162.617 kasus dan persentasenya menjadi 16,4%. Pada pasien meninggal hari ini bertambah sebanyak 171 kasus dan kumulatifnya mencapai 27.835 kasus atau persentasenya di angka 2,8% dari pasien terkonfirmasi. 

Selain itu, dari data harian hasil uji pada 566 laboratorium jejaring Covid-19 di Indonesia hari ini, jumlah spesimen selesai diperiksa per hari sebanyak 48.002 spesimen dan kumulatifnya 8.754.507 spesimen. Jumlah orang yang diperiksa per hari ini ada 35.456 orang dan kumulatifnya 5.848.960 orang. Untuk jumlah suspek tercatat ada 80.114 kasus. Positivity rate berada di angka 16,9%. Dan pada sebaran wilayah masih berada di 34 provinsi dan 510 kabupaten/kota. 

Selanjutnya, pada perkembangan kesembuhan harian per provinsi, DKI Jakarta hari ini menjadi tertinggi yakni menambahkan pasien sembuh sebanyak 2.328 orang dan kumulatifnya masih yang tertinggi mencapai 221.300 orang. Kedua harian di Jawa Barat menambahkan sebanyak 1.767 orang dan kumulatifnya menempati urutan kedua mencapai 102.341 irang. 

Urutan ketiga harian di Jawa Timur dengan menambahkan 948 pasien sembuh dan kumulatifnya di urutan ketiga mencapai 90.942 orang. Sulawesi Selatan menjadi urutan keempat harian menambahkan pasien sembuh sebanyak 554 orang dan kumulatifnya mencapai 39.661 orang. 

Dan kelima harian di Kalimantan Timur menambahkan sebanyak 388 orang kumulatifnya menjadi 29.613 orang. Sementara Jawa Tengah yang jumlah kumulatifnya masih urutan keempat sebanyak 72.659 orang, per hari ini menambahkan jumlah pasien sembuh harian cukup sedikit yaitu sebanyak 27 orang. (rh/fin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *