Dua Pemasang Spanduk Dikeroyok, Alasannya Tidak Bayar Kompensasi

oleh -930 views
ILUSTRASI-PENGEROYOKAN

CIREBON – Dua pria masing-masing berinisial IR dan AG menjadi korban pengeroyokan oleh sekelompok orang yang mengatasnamakan ormas di Kabupaten Cirebon. Dua orang ini diamuk lantaran tidak membayar uang kompensasi pemasangan spanduk.

Peristiwa itu terjadi Selasa siang (26/1) sekitar pukul 12.00 WIB. Bermula ketika IR dan temannya AG, hendak melakukan pemasangan spanduk milik salah satu perusahaan di pinggir jalan dekat pintu tol Tegalsari, Kecamatan Plered.

Tiba-tiba salah satu dari pelaku menghampiri korban. Pelaku kemudian menanyakan tentang kompensasi pemasangan spanduk tersebut. Namun, pihak korban tidak memahami yang dimaksud oleh pelaku.

“Ia tanya, sudah bayar kompensasi belum? Saya gak paham, kompensasi apa,” kata korban IR saat ditemui Radar Cirebon.

Pelaku tak tinggal diam. Ia memanggil temannya lagi. Sehingga datang dua orang lainnya. Mereka kembali menanyakan kompensasi.

Tujuannya agar korban membayarkan sejumlah uang kepada mereka. Namun, korban tetap memberikan jawaban yang sama; tak paham keinginan pelaku.

Kedua pelaku lainnya lantas memerintahkan korban agar melepaskan spanduk yang sudah dipasang. “Mereka suruh lepas. Karena mereka memaksa, kami nurut spanduk itu pun dilepaskan. Tapi mereka tiba-tiba memukul,” kata IR.

Waktu yang sama, teman-teman pelaku yang berjumlah 10 orang lebih menggunakan sepeda motor juga datang. Hingga belasan orang kemudian menghakimi korban.

Tanpa basa-basi lagi, belasan orang itu melakukan pengroyokan kepada dua orang korban, berinisial IR dan AG.

“Kami sebenarnya bertiga. Cuma satunya lari saat mereka datang. Sementara kita berdua yang di lokasi digebukin, ditendang, sampai luka di bagian pelipis,” kata IR.

Di tempat yang sama, AG kepada anggota polisi mengaku pelaku selalu menyebutkan koordinasi dan menyuruh agar segera mencopot. Mereka bersifat arogan, karena tanpa memberikan peringatan yang jelas dan melakukan pengeroyokan.

“Mereka suruh copot ya saya copot. Tapi, tiba-tiba datang temannya dan langsung memukul. Mereka datang bawa motor,” ucap AG.

Setelah kejadian itu, kedua korban pun langsung datang ke polsek terdekat untuk melaporkan lebih lanjut. Korban kemudian melakukan visum ke Rumah Sakit Permata Cirebon. Setelah itu, korban berencana akan melaporkan pengeroyokan yang dilakukan sejumlah orang itu ke Polresta Cirebon. (cep)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *