Begini Klarifikasi Prof Yusuf Henuk Soal Cuitan Rasis

oleh -214 views
Guru Besar Fakultas Pertanian USU Yusuf Leonard Henuk. (@ProfYLH/Twitter)

JAKARTA – Prof Yusuf Leonard Henuk jadi sorotan. Itu setelah cuitannya di twitter dianggap sebagai tindakan rasis terhadap Natalius Pigai dan warga Papua.

Setelah viral, Henuk kahirnya membuat klarifikasi soal dua cuitan di akun twitternya. Menurut dia, sindiran monyet ke Natalius Pigai, agar eks anggota Komnas HAM itu introspeksi diri. Dia mengklaim, cuitan itu bukan bentuk rasis ke Pigai.

Baca juga:

Sebelum Ramadan Atta dan Aurel MenikahAturan Baru untuk

Penumpang Kereta Api Jarak Jauh, Wajib Disimak

“Sudahlah semua, setelah @ProfYLH telah klarifikasi sindiran soal monyet dan cermin” ke @Nataliuspigai3 yang intinya @Nataliuspigai3 harus introspeksi diri sehingga dengan demikian @ProfYLH dapat mengklaim tak melakukan rasisme tapi jelas sindiran semata agar Pigai introspeksi diri,” tulis Yusuf Henuk melalui twitternya.

Sementara itu, terkait ucapan bodoh ke orang Papua, Prof Henuk mengatakan, ucapan itu dia tuduhkan ke mereka yang mendukung Veronica Koman.

Baca juga:

Waduh, Limbah Medis B3 Dibuang Sembarangan di TPS Ilegal Pantura Gebang

Tragis, Istri Meninggal Susul Suami yang Tewas Tabrakan di Pantura Indramayu

“Klarifikasi @ProfYLH: Semua orang Papua bodoh, ditujukan pada pro- Veronica Koman. Jumlahnya tak banyak masih tetap dukung si Lucifer maka dibutuhkan peran gereja dan pemerintah untuk luruskan sejarah Papua agar semua tetap “CINTA NKRI” selamanya seperti @ProfYLH dan kami semua di NTT,” kata Henuk.

Sebelumnya Prof Henuk pernah menulis cuitan pada tanggal 2 Januari 2021. Di cuitan itu, dia menyertakan foto seekor monyet yang sedang bercermin. Melalui keterangan fotonya, Prof Henuk meminta Natalius Pigai agar bercermin.

Sementara di cuitan lain, Henuk juga menyebut orang Papua bodoh. Dia menulis cuitan itu untuk menanggapi aktivis HAM Papua, Veronica Koman. (dal/fin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *