CIREBON – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STMIK IKMI Cirebon sukses menggelar kompetisi E-Sport bertajuk IKMI Cyreborn Competition (ICC) Sesion 2. Sebanyak 28 tim dari beberapa daerah ikut serta untuk memperebutkan hadiah menarik.

Kompetisi ini merupakan bentuk dukungan BEM STMIK IKMI Cirebon terhadap ekosistem E-Sport di Indonesia yang kini bukan hanya sekadar untuk hiburan semata. Tapi juga sebuah industri yang memiliki nilai ekonomis. Kompetisi E-Sport juga bukan lagi dianggap sebelah mata. Sebab, E-Sport juga kini merupakan salah satu cabang olahraga prestasi.

Ketua pelaksana ICC Sesion 2, Wildan Attariq Firmansyah mengatakan, ICC sendiri merupakan kegiatan yang diinisiasi oleh para mahasiswa STMIK IKMI untuk mendukung perkembangan teknologi di Cirebon. Tahun sebelumnya, ICC mengusung tema 4.0 Industry.

“Kalau sekarang kita mengusung tema E-Sport, agar dapat menampung bibit-bibit muda di Indonesia. Tidak hanya sekadar main game dan bermain, tapi juga bisa mengasah skill mereka untuk berprestasi,” ungkap Wildan kepada Radar Cirebon.

Ada dua lomba yang dipertandingkan. Yakni Mobile Legend Bang Bang dan Magic Chese. Mobile Legend sendiri dipilih sebagai game yang diperlombakan karena dianggap merupakan yang banyak dimainkan di Indonesia dan memiliki engagement yang tinggi dengan para pemain.

Ada 28 tim yang ikut serta dari berbagai daerah. Seperti dari Depok, Indramayu, dan dari Cirebon. Kegiatan tersebut digelar selama empat hari.

“Peserta tidak hanya diikuti oleh mahasiswa dan pelajar. Tapi juga oleh mereka yang sudah bekerja. Sehingga, kami sengaja menggelar kompetisinya setiap malam. Supaya tidak mengganggu aktivitas para peserta,” jelasnya.

Wildan menilai, perkembangan E-Sport saat ini telah berkembang cukup baik. Dirinya berharap, ke depan, masyarakat dapat menerima perkembangan teknologi yang semakin pesat. Sehingga tidak melihat lagi game online dengan sebelah mata. Dengan E-Sport, justru banyak kesempatan yang bisa diambil. Karena sudah menjadi industri yang cukup besar.

“Kita juga berharap anak muda untuk bisa membuktikan skill mereka di bidang E-Sport melalui turnamen-turnamen. Jadi bukan hanya main sebagai hobi saja. Melainkan, E-Sport juga bisa menjadi jalan untuk berprestasi,” pungkasnya. (awr/opl)