Saudi Tutup 22 Masjid, Banyak Jamaah Tertular Virus Corona

oleh -70 views
WHO-Minta-Ibadah-Haji-Ditunda-Tahun-Ini
Para jemaah mengenakan masker untuk mencegah penyebaran Covid-19 berdoa di Masjid al-Mirabi di Jeddah, Arab Saudi. Jumlah kasus Covid-19 di Arab Saudi meningkat pesat, lantaran masyarakat gagal mematuhi protokol kesehatan. FOTO: AFP

PEMERINTAH Arab Saudi kembali menutup sementara sebanyak 12 masjid, pasca ditemukannya 28 kasus infeksi virus corona di antara jamaah. Sehingga jumlah total masjid yang ditutup dalam dua hari menjadi 22.

Hal itu diumkan oleh Kementerian Urusan Islam pada Selasa (9/2) waktu setempat. Mereka mengatakan akan membuka kembali masjid setelah otoritas terkait melakukan sanitasi komprehensif dan penerapan tindakan pencegahan Covid-19.

“Enam dari 22 masjid telah dibuka kembali,” ujar Kementerian Urusan Islam, seperti dikutip dari Al-Arabiya, berita RMOL.id Rabu (10/2).

Kementerian tersebut kembali menekankan kepada jamaah agar mematuhi tindakan pencegahan virus corona, saat mereka melakukan sholat dan menghadiri acara keagamaan di masjid, termasuk mengenakan masker, membawa sajadah sendiri, dan memastikan jarak fisik.

“Nasehat sepenuh hati kepada mereka yang mengunjungi rumah Tuhan: Jangan menjadi alasan untuk menutup masjid. Mengabaikan tindakan pencegahan yang dilakukan oleh pihak berwenang menjadi alasan utama penyebaran virus corona,” kata Menteri Urusan Islam Abdullatif bin Abdulaziz Al-Sheikh.

Arab Saudi telah menangguhkan pada bulan Maret semua sholat Jumat dan sholat harian di masjid-masjid di seluruh Kerajaan sebagai tindakan pencegahan Covid-19, dan membukanya kembali pada bulan Juni.

Hingga Selasa (9/2), Kerajaan telah mengkonfirmasi sebanyak 370.987 kasus Covid-19, 362.062 pasien pulih, dan 6.410 kematian.

Otoritas kesehatan baru-baru ini melaporkan lonjakan kasus virus corona. Infeksi harian Kerajaan sempat turun menjadi dua digit pada akhir minggu pertama Januari sebelum akhirnya naik kembali.

Kementerian Kesehatan mengaitkan peningkatan infeksi dengan pelanggaran tindakan pencegahan selama pertemuan sosial.

Menteri Kesehatan Tawfiq al-Rabiah memperingatkan masyarakat terhadap ketidakpatuhan terhadap tindakan pencegahan karena dapat memaksa pihak berwenang untuk memberlakukan penguncian kedua di seluruh Kerajaan.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *