Anggaran Belum Turun, Tak Bisa Lakukan Perbaikan

oleh -103 views
HATI-HATI: Salah seorang pengendara sepeda motor melintasi Jalan Terusan Pemuda, Kota Cirebon, kemarin FOTO:ADE GUSTIANA/RADAR CIREBON

CIREBON – Kepala Dinas PUPR Kota Cirebon Syaroni ATD MT mengatakan, terkait titik jalan yang rusak atau berlubang di kelas jalan Kota Cirebon, hampir semua rawan rusak karena memang curah hujan cukup tinggi.

Untuk anggaran pemeliharaan jalan tahun ini, dananya belum turun dan belum bisa dilakukan perbaikan ketika ditemukan jalan dalam kondisi rusak.

“Anggaran belum turun, jadi kita masih pake material material yang sisa tahun lalu,” ungkapnya.

Sehingga, untuk perbaikan, setiap hari pihaknya tim turun ke lapangan untuk memantau kondisi jalan. Akan tetapi tidak bisa langsung semua diperbaiki, hanya yang ringan-ringan saja.

Ketua komisi II Ir H Watid Shahriar MBA menilai wajar jika jalan rusak di kota Cirebon terkesan lamban perbaikannya. Anggaran swakelola pemeliharaan yang berada di dinas pekerjaan umum dan penataan ruang (PUPR) tidal ideal.

Setahu dia, anggaran swakelola untuk tahun lalu saja hanya sebesar Rp300 jutaan. Itu tidak terikat di satu bidang saja. Sehingga bisa dipakai oleh bidang mana saja, perbaikan jalan, saluran air, jembatan dan sebagainya. Jadi wajar kalau baru beberapa bulan, anggaran sudah habis.

“Idealnya dana swakelola itu di bidang bina marga  minimal Rp1 miliar. Jadi ketika ada kerusakan bisa cepat diperbaiki, dananya juga bisa untuk stok perbaikan jalan sampai akhir tahun,” ungkapnya.

Selain menaikkan anggaran swakelola, Watid menilai ada cara lain. Misalnya, periode terdahulu ketika ada jalan rusak, dinas memanggil rekanan yang biasa mengerjakan proyek-proyek infrastruktur, untuk bisa menalangi atau menghandel dulu pekerjaan perbaikan jalan.

“Misalnya habisnya Rp70 juta, nanti rekanan itu dibayar ketika mendapat pekerjaan yang lebih besar nilainya. Yang Rp3-4 miliar. Memang kendala sekarang kalau mau dapat kerjaan yang miliar harus lewat ULP, tapi nggak ada yang tidak mungkin, toh tujuannya baik,” tuturnya.

Dia pun menyayangkan sejumlah titik kerusakan jalan masih belum bisa diperbaiki. Bahkan, contoh konkretnya di Jalan Cipto yang merupakan jalur protokol yang menjadi ikon pusat kota saja masih belum tersentuh. Padahal, ketika dibiarkan, lapisan aspal yang awalnya mengelupas sedikit, kalau sering terkena air dan terlindas kendaraan, titik kerusakannya akan semakin meluas. (azs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *