Desa Panongan Layak Jadi Percontohan Fasilitas Pelayanan Publik

oleh -2.609 views
DESA MANDIRI: Jajaran Desa Panongan, Kecamatan Palimanan foto bersama tim Gowes Cirebon Katon di depan kantor kuwu, Sabtu (13/2).

CIREBON – Desa Panongan, Kecamatan Palimanan, Kabupaten Cirebon mempunyai status yang cukup mentereng. Yakni, desa mandiri.

Berkat tangan dingin seorang perempuan bernama Hj Rusmini SE, Desa Panongan saban tahun terus meningkatkan levelnya. Baik dari segi pelayanan publik, pembangunan infrastruktur, peningkatan kesejahteraan rakyat, peningkatan pendapatan asli desa dan lainnya.

Diungkapkan Rusmini, dirinya dipercaya oleh masyarakat Panongan memimpin desa pada tahun 2013. Tugas pertama yang harus segera dilaksanakan adalah membangun kantor balai desa yang cukup representatif, guna menunjang pelayanan publik.

“Saya bangun ulang kantor balai desa. Tujuannya, agar masyarakat bisa nyaman dan bangga ketika datang ke kantor balai desa,” tuturnya kepada tim asal gowes Cirebon Katon saat berkunjung ke desanya, Sabtu (13/2) lalu.

Konsep pembangunan kantor balai desa tersebut, lanjut istri dari anggota DPR RI H Satori SPd MM adalah sebuah bangunan yang bisa membuat nyaman setiap pengunjungnya. Alhasil, dia rombak seluruh sudut balai desa layaknya perkantoran modern.

“Kami sediakan ruang tunggu tamu yang sangat layak, sehingga ketika orang datang tidak jenuh,” imbuhnya.

Selain membangun gedung, tahap selanjutnya adalah membuat sistem manajemen tata kelola desa. Secara spesifik kata dia, berbeda dengan desa yang lain, seluruh perangkat dan staf di balai desa tidak menerima bengkok, melainkan hanya gaji dan tunjangan saja.

“Bengkok yang menjadi hak setiap perangkat desa, langsung kita lelangkan bersama dan hasilnya masuk ke dalam kas desa,” katanya.

Hal ini dilakukan demi memperlancar jalannya roda pemerintahan dan memperkecil konflik agraria dalam persoalan sewa menyewa bengkok.

“Kita tahu bersama, setiap desa pasti punya persoalan bengkok antara perangkat desa yang lama dan baru. Bahkan, sampai berlarut-larut. Efeknya, pembangunan menjadi terhambat dan masyarakat yang dirugikan,” tambahnya.

Dengan skema tersebut, ditambah dengan  dasar hukum yang kuat. Maka, lanjut dia, proses jalannya pemerintahan berjalan dengan lancar. Pasalnya, para perangkat desa dan staf bekerja dengan nyaman, sehingga fokus terhadap tugas dan kewenangan mereka dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Mereka tidak bingung akan hak-hak mereka karena sudah dijamin. Dan, pendapatan buat desa pun ada,” lanjutnya.

Kemudian, untuk menggali potensi pendapatan desa, Rusmini memanfaatkan BUMDes sebagai ladang untuk mengais pundi-pundi pendapatan. Saat ini unit usaha BUMDes ada Samades atau Samsat Desa, yakni sebuah loket pelayanan pembayaran pajak kendaraan bermotor. Kemudian, jual beli gabah petani, pupuk dan wedding organizer. “Alhamdulillah, semuanya berjalan lancar,” terangnya.

Selain itu, berkat kepemimpinan Rusmini, Desa Panongan sempat beberapa kali menyabet prestasi. Diantaranya,  memang lomba desa tingkat Kabupaten Cirebon dan mewakili Kabupaten Cirebon di tingkat provinsi Jawa Barat pada 2014. Kemudian, memang dalam Lomba siskamling tingkat Polda Jabar pada tahun 2015.

“Alhamdulillah, berkat dukungan semua pihak, desa kami sudah menyabet berbagai prestasi,” bebernya.

Terakhir, berkat kegigihan dan tangan dinginnya dalam membangun desa, Panongan bisa menjadi desa yang mandiri. Bahkan, dia memberikan motivasi bagi desa-desa lain agar tidak pernah lelah untuk memberikan yang terbaik bagi warganya. “Semua pasti bisa, bila kita ada niat untuk membangun,” pungkasnya. (jun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *