Komunitas Cirebon Rope Access Berkutat dengan Tali Temali dan Penyelamatan di Ketinggian

oleh -88 views
LATIHAN: Komunitas Rope Access Cirebon berlatih di Stadion Bima, kemarin. Komunitas ini tertarik dengan ragam aktivitas tali temali dan penyelamatan di ketinggian.

PROFESI membersihkan dinding pada gedung gedung tinggi atau mengangkat korban yang terjatuh pada kedalaman tentu tak semua orang punya. Bahkan profesi tersebut masih terbilang langka. Selain dibutuhkan kemampuan untuk bergelantungan di ketinggian, juga diperlukan nyali besar.

Itulah yang dilakukan oleh Irawan bersama komunitasnya, Cirebon Rope Access. Menurut Irawan, Cirebon Rope Access berhubungan dengan tali temali dan bangunan tinggi. Berbeda dengan kegiatan pecinta alam, Rope Access lebih banyak di bidang industrI.

 “Anggota disini memang memiliki background bekerja di bidang Rope Access seperti cleaning  di gedung gedung tinggi atau maintenance,” ungkap Irawan di sela kegiatan latihanya di kawasan olahraga Bima.

Selain di bidang indutri, Rope Access juga berguna untuk penyelamatan atau rescue. Beberapa kali anggota komunitas tersebut juga turut membantu kegiatan penyelamatan korban yang terkait dengan ketinggian. Termasuk dirinya yang pernah membantu penyelamatan orang yang hendak melakukan aksi bunuh diri di sebuah tower di Kelurahan Larangan, beberapa tahun lalu.

“Kalau di industri ada standby rescue, misalnya ada projek dan tim penyelamat, kita yang masuk ke situ. Kalau kemanusiaan, misalnya yang waktu ada yang mau bunuh diri di Larangan Perum itu kita yang rescue. Selain dibantu BPBD dan Basarnas,” bebernya.

Tali karmantel, full body harness, Pulley, Double Pulley, descended, ascender dan carbiner merupakan beberapa alat standar yang digunakan dalam rope akses. Para anggota pun dituntut awas dan jeli dalam menggunakan peralatan tersebut. Dimana keamanan menjadi faktor yang sangat  penting.

Di Cirebon sendiri, belum banyak orang yang telah tersertifikasi dalam bidang tersebut. Di komunitas Cirebon Rope Access sendiri baru enam anggota yang telah tersertifikasi level 1 dan 2 dari Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) dan Industrial Rope Access Trade Association (IRATA), sebuah asosiasi internasional yang mengeluarkan sertifikasi keamanan rope access.

“Anggota di komunitas ini baru 10-15 orang saja. Background sebelumnya itu atlet panjat tebing semua. Kan karena nggak mungkin selamanya di atlet, kita lari ke professional industri, ya salah satunya lewat sertifikasi,” pungkasnya. (awr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *