38 Juta Lansia Divaksin

oleh -38 views

JAKARTA-Pemerintah segera melakukan vaksinasi Covid-19 bagi 38 juta warga lanjut usia (Lansia) dan tenaga kerja publik. Program ini merupakan tahap kedua.

“Alhamdulillah, kalau dari sisi vaksinasi, pekan masuk ke tahap kedua. Yaitu tahap lansia dan tenaga kerja publik. Kita mulai vaksinasi 38 juta peserta,” kata Menteri Kesehatan Budi Gunadi di Jakarta, akhir pekan kemarin.

BACA JUGA:Vaksin Covid-19 Khusus Lansia Boleh 28 Hari

Dia mengatakan, vaksinasi tahap kedua bagi lansia dan tenaga kerja publik itu akan dilakukan hingga akhir Juni 2021. Untuk melaksanakan tahapan vaksinasi tersebut, pemerintah membutuhkan 76 juta dosis vaksin yang akan diberikan kepada sasaran vaksinasi.

Selain menyampaikan tahapan vaksinasi Covid-19 tahap kedua, Budi juga menjelaskan upaya Kemenkes menahan laju kasus Covid-19 dari sisi diagnostik. Untuk penanggulangan Covid-19 dari sisi diagnostik, fokus penanganan akan diupayakan pada testing atau tes, tracing atau penelusuran kontak dan isolasi.

Dalam upaya testing, sistem pemeriksaan dengan rapid antigen, sudah siap dan bisa berjalan. Alat tes juga sudah didistribusikan. Diharapkan tes dengan rapid antigen dapat dilakukan pada akhir pekan ini.

“Kemudian, training-training ke Puskesmas juga sudah dilakukan. Tujuannya agar semua Puskesmas memiliki rapid antigen dan bisa melakukan testing dari suspek dan kontak erat. Harapannya lebih banyak yang bisa diidentifikasi untuk mengurangi laju penularan dan menurunkan positif rate,” paparnya.

Sementara itu, dalam upaya penelusuran kontak, Kemenkes juga berupaya untuk meningkatkan kuantitas tracing.

“Kami sudah bekerja sama dengan TNI dan Polri untuk bisa menggerakkan seluruh Babinsa dan Bhabinkamtibmas di seluruh Puskesmas, desa dan kelurahan. Insya Allah nanti sudah lebih dari 5 ribu personel TNI dan Polri sudah ditraining untuk menjadi tracer melengkapi atau menambahkan sekitar 5 ribu tracer yang sudah dipersiapkan BNPB,” tutupnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo mengakui sosialisasi mengenai vaksinasi Covid-19 masih kurang di tengah masyarakat. Yang paling penting adalah kesadaran semua pihak. Tujuannya agar vaksinasi berhasil dan kekebalan komunal tercapai.

“Orang disuruh vaksin, tapi ditakut-takuti. Saya kira tidak seperti itu yang diinginkan. Kesadaran yang baik diperlukan,” kata Presiden Joko Widodo di Jakarta, Sabtu (20/2).

Presiden mencontohkan pengalamannya saat melihat vaksinasi masal untuk para pedagang Pasar Tanah Abang, Jakarta, pada Rabu (17/2) lalu.

“Ini memang kurang sosialisasi. Jadi yang dulunya pedagang tidak mau, akhirnya terbawa duduk kursi yang disediakan. Karena kita melakukannya di lokasi. Jadi lokasi itu mempengaruhi sekali. Suntikan di lokasi itu sangat penting,” tegas Jokowi.

Menurutnya, pedagang di pasar juga dipengaruhi temannya apakah vaksinasi tersebut menyakitkan atau biasa saja.

“Kalau saya lihat setelah 1-2 orang disuntik, kemudian melewati temannya. Dia bertanya dan dijawab tidak apa-apa. Jadi memang berkaitan dengan sosialisasi baru. Ini baru menjelaskan vaksin aman dan halal. Dari 10 pedagang yang ditanya, yang mau divaksin hanya 3. Yang 7 tidak mau,” paparnya.

Namun bila ada 1-2 orang pedagang yang sudah berani divaksin, akhirnya yang lain pun berani. “Saya lihat waktu di Tanah Abang. Semuanya berbondong-bondong. Karena begitu satu berani, yang kedua berani, ketiga berani, yang lain mengikuti. Ini mungkin kurang sosialisasinya,” ucap mantan Gubernur DKI Jakarta ini.

Jokowi meyakini sosialisasi dari mulut ke mulut tentang vaksinasi juga diperlukan. “Kampanye dari mulut ke mulut akan muncul menurut saya. Karena kita jelaskan di medsos, mereka tidak buka medsos. Kita jelaskan di TV, mereka pas tidak lihat TV. Ini sulit kadang-kadang,” urainya.

Meski begitu, lanjutnya, pemerintah tetap menargetkan vaksinasi terhadap 182 juta orang. Ini setelah pemerintah mengantongi komitmen pengadaan 426 juta vaksin. “Tetapi jangan dilupakan disiplin 3M (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak). Protokol kesehatan ini sangat penting. Karena itu, semua pihak harus melaksanakannya,” pungkas Jokowi. (rh/fin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *