Identitas Remaja yang Diduga Anak Punk Tewas Jatuh dari Truk di Kalipasung Belum Dikenali

oleh -165 views
1 ilustrasi mayat
ilustrasi mayat

CIREBON – Sosok jenazah remaja yang belum diketahui identitasnya itu masih di kamar mayat RSD Gunung Jati. Sampai kemarin belum ada keluarga yang datang mengambil jenazah itu.

“Sampai sekarang belum diketahui identitasnya. Belum ada keluarga yang merasa kehilangan keluarganya. Kita akan koordinasi terus dengan pihak rumah sakit untuk penguburan korban,” kata Kapolresta Cirebon Kombes Pol M Syahduddi melalui Kanit Laka Lantas AKP Didi Wahyudi Sunansyah.

Diketahui, remaja diduga anak Punk ini ditemukan tergeletak tak bernyawa di Jalan Raya Kalipasung, Kecamatan Gebang, Kabupaten Cirebon, Sabtu sore (20/2) sekitar pukul 17.00. Sosok mayat dengan ciri-ciri kaus hitam, celana jeans, rambut dicat merah kusam (kekuningan) dan kuku tangan korban dicat warna hitam.

Baca juga: Anak Punk Tewas setelah Jatuh dari Truk di Jalan Raya Kalipasung

Diduga meninggal dunia karena kecelakaan lalu lintas. Korban diduga jatuh dari truk yang ditumpanginya.

“Korban laki-laki umur sekitar 15 tahun. Diduga korban jatuh saat menumpang di bagian belakang truk yang tidak diketahui identitasnya. Sopir truk melarikan diri,” kata kanit.

Korban sendiri ditemukan oleh masyarakat setempat. Ia tergeletak sudah tak bernyawa di jalan raya. Warga beranggapan remaja ini korban tabrak lari. Sehingga langsung melapor ke polsek setempat dan selanjutnya dievakuasi ke RSD Gunung Jati.

Beberapa saksi menyebutkan korban adalah remaja yang ngompreng dan menumpang mobil truk. Korban diduga terpeleset dan terjatuh.

“Dia tidak membawa identitas apa pun. Saksi dan warga setempat juga tidak ada yang mengenali korban. Kita belum mengetahui identitasnya,” ujar Kanit Didi.

Tidak hanya itu saja, polisi juga mencoba mengetahui identitas korban dengan sidik jari. Namun, korban masih di bawah umur dan belum pernah membuat KTP ataupun SIM. Sehingga sidik jarinya tak terdeteksi.

“Jenazah masih di kamar mayat RSD Gunung Jati Kota Cirebon,” pungkasnya. (cep)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *