Jaga Kesehatan Psikologi

oleh -40 views

JAKARTA-Koordinator Program Psikologi Sub Bidang Medis, Bidang Koordinasi Relawan Satuan Tugas Penanganan Covid-19, dokter Endang Mariani mengatakan taat terhadap protokol kesehatan adalah salah satu cara menjaga kesehatan jiwa di tengah wabah Covid-19.

“Protokol kesehatan 3M (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak) itu bukan hanya masalah menjaga kesehatan fisik. Tetapi sebetulnya juga menjaga kesehatan secara psikologi,” kata Endang di Jakarta, Minggu (21/2).

Ia mengatakan orang tanpa gejala (OTG) yang sebenarnya terinfeksi Covid-19 sudah ada di mana-mana. Karena itu, dengan masyarakat menerapkan protokol kesehatan mereka sudah mengurangi kecemasan atas kemungkinan tertular penyakit tersebut. “Untuk itu jangan pernah mengabaikan dengan keluar dari rumah tanpa protokol kesehatan yang tepat,” imbuhnya.

Selain taat protokol dapat menjaga kesehatan jiwa, perilaku baik sebenarnya juga merupakan salah satu bentuk kewaspadaan. Karena menyadari bahwa pandemi Covid-19 telah meluas hampir di seluruh pelosok negeri. “Pada bencana pandemi ini, semua adalah penyintas. Artinya, kita tidak pernah tahu dan berada di dalam kondisi yang sama,” jelasnya.

Salah satu cara untuk menghadapinya adalah dengan menolong diri sendiri. Bentuk pertolongan terhadap diri sendiri yakni dengan kembali lagi taat terhadap protokol yang telah dianjurkan untuk mencegah penularan Covid-19.

Cara lainnya untuk menolong diri sendiri secara psikologis di tengah pandemi Covid-19 adalah dengan terus mencoba menemukan kebahagiaan dari setiap kejadian yang sederhana sekalipun. Sehingga kesehatan jiwa dapat selalu terjaga.

“Jadi bahagia itu bisa saja dari hal-hal yang kecil. Dengan berbagi dan banyak hal lain. Jadi sebenarnya ada hal-hal sederhana yang bisa membuat jiwa lebih sehat,” tandas Endang.

Sementara itu, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito menyampaikan saat ini pemerintah sedang befokus pada penerapan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro untuk Pulau Jawa dan Bali sebagai upaya agar Indonesia bebas Covid-19. 

“Dengan PPKM pemerintah berharap akan menekan kasus penularan yang ditimbulkan akibat periode libur panjang yang akan terlihat pada 2 hingga 3 minggu ke depannya,” ujarnya. 

Satgas Penanganan Covid-19 optimis Indonesia bisa mengendalikan kasus dengan lebih baik. Dan hal ini didasarkan pada perkembangan penambahan kasus positif, kasus aktif, tingkat kesembuhan dan tingkat kematian. Jika perkembangan indikator-indikator ini bergerak menuju arah yang positif, maka menjadi pertanda Indonesia dapat secara bertahap keluar dari pandemi Covid-19.

Kebijakan PPKM Mikro sebagai upaya pengendalian penularan di tingkat terkecil. Penguatan terhadap upaya 3T yaitu testing, tracing dan treatmnent secara bergotong royong akan meningkatkan upaya kesembuhan dan mencegah penularan. 

“Selain itu pemerintah terus berupaya memastikan ketersediaan fasilitas dan tenaga kesehatan, sehingga pelayanan yang diberikan kepada pasien secara maksimal,” lanjut Wiku. 

Dan tak kalah penting, adalah dengan mengakselerasi program vaksinasi yang tengah berjalan dan memasuki tahap 2. Melalui program ini dapat terbentuk kekebalan komunitas atau herd immunity sehingga banyak masyarakat yang akan terlindungi dari Covid-19.(rh/fin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *