Pengawasan PPKM Mikro Efektif

oleh -65 views
PERAN DESA: Keberadaan Posko Desa dalam rangka penanganan dan pencegahan kasus Covid-19 efektif melakukan pembatasan aktivitas masyarakat di skala desa. FOTO:Dokumen

JAKARTA – Ketua Bidang Penanganan Kesehatan Satgas Covid-19 Brigjen TNI (Purn) dokter Alexander K Ginting menegaskan, pengawasan dan pengendalian dalam pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro sudah efektif. Terutama menahan laju penularan Covid-19 di tingkat desa.

“PPKM skala mikro ini kalau dari tingkat makro kelihatannya memang agak longgar. Karena mal masih dibuka. Tapi sekolah ditutup. Tapi yang berbeda, di tingkat PPKM skala mikro ada penguncian. Penguncian itu ada di level zonasinya,” kata Alexander di Graha BNPB, Jakarta, Rabu (24/2).

Dalam pelaksanaan PPKM skala mikro terdapat pembatasan aktivitas masyarakat di skala desa atau kelurahan sesuai dengan zonasi masing-masing daerah. Jika sebuah desa atau kelurahan termasuk dalam zonasi merah karena memiliki banyak kasus terinfeksi Covid-19, maka pembatasan aktivitas warganya dilakukan secara ketat.

Sementara di desa atau kelurahan dengan zonasi kuning, aktivitasnya tetap dibatasi. Tetapi diberikan sejumlah kelonggaran. Sehingga memungkinkan warganya untuk tetap beraktivitas tetapi dengan penerapan protokol yang ketat.

“Demikian halnya dengan daerah-daerah lain yang pembatasannya didasarkan pada status zonasinya. Jadi, pengawasan dan pengendalian sudah efektif. Sehingga untuk menjaga mobilisasi penduduk itu bisa dilaksanakan secara efisien,” paparnya.

Dalam penerapan PPKM skala mikro, Satgas Covid-19 merasa sangat terbantu dengan Posko Desa. Sebab, Posko berperan mengawasi pasien-pasien Covid-19 yang diisolasi mandiri.

Dalam penerapan pelacakan kontak dan pengawasan terhadap pasien Covid-19 tanpa gejala yang diisolasi secara mandiri sejak 2020, Satgas menilai perlu ada perbaikan. “Karena puskesmas tidak bisa bekerja sendiri, meski Satgas telah menurunkan 6 ribu kader, 6 ribu pelaku penelusuran (tracer) sejak November 2020,” terangnya.

Tetapi dengan penerapan PPKM skala mikro yang telah dilaksanakan sejak 9 Februari 2021, upaya pelacakan kontak dan pengawasan di skala mikro tersebut saat ini terlihat lebih terkendali.

“Karena orang yang diisolasi harus tinggal di rumah. Aktivitasnya terbatas. Tapi juga mereka perlu kebutuhan hidup, makan dan minum. Ada juga kebutuhan lain. Sehingga perlu ada pengawasan dan ada yang mengantar logistiknya. Satgas berterima kasih bahwa Posko Desa banyak membantu,” tutup Alexander. (rh/fin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *