Bantu Penanganan Bencana, Relawan SAR Dilatih

oleh -41 views
PERSIAPAN: Relawan SAR mengikuti bimtek selama tiga hari untuk mendapatkan pengetahuan mengenai penyelamatan dan penanganan bencana. FOTO:OKRI RIYANA/RADAR CIREBON

CIREBON – Jawa Barat adalah provinsi yang rawan bencana. Termasuk Cirebon, Indramayu, Majalengka dan Kuningan (Ciayumajakuning). Berbagai bencana seperti banjir, tsunami, longsor, dan lainnya. Oleh karenanya, perlu adanya relawan SAR, untuk membantu petugas dalam menangani bencana.

“Daerah pantura ini banjirnya ada, rob ada, potensi ancaman longsornya jelas, ancaman tsunami juga ada karena dekat pantai, dan gunung meletus juga ada karena berada di kaki gunung Ciremai. Jadi sangat komplek,” ujar Kepala kantor Pencarian dan Pertolongan atau Search And Rescue (SAR) Bandung, Deden Ridwansah.

Oleh karena itu, menurut Deden, dibutuhkan kesiapan masyarakat dan unsur terkait untuk mengantisipasi, mitigasi dan kesiapsiagaan bencana. Dirinya sekarang sudah membuat langkah, dengan bekerjasama Komisi V DPR RI.  Basarnas menggelar bimtek bagi 30 warga masyarakat selama tiga hari.

Bimtek itu, tujuannya untuk meningkatkan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM), khususnya potensi (relawan, red) SAR yang ada di Indramayu. Dengan demikian, akan membantu percepatan respons time bagi Basarnas.

“Kami keterbatasan personel, kehadiran para potensi SAR yang kita bina, menjadi modal awal dalam penyelamatan korban lebih cepat. Karena mereka ada di titik rawan bencana, sementara kami dari kantor Cirebon ke Indramayu butuh waktu yang lama ke lokasi,” katanya.

Katanya, Bimtek ini akan berdampak sangat positif. Terutama untuk masyarakat Indramayu yang notabene sebagai daerah rawan bencana. Kedepannya, kompetensi akan ditingkatkan lagi hingga ke pelatihan-pelatihan yang sesuai dengan kurikulum dan silabus tentang pembinaan potensi.

“Nanti naik jenjang lagi ke uji kompetensi, agar mereka benar-benar mempunyai kualifikasi tekait ilmu rescue. Mungkin ke depan di wilayah Cirebon dan lainnya,” pungkasnya.

Di tempat yang sama, anggota Komisi V DPR RI, Bambang Hermanto menyebutkan Bimtek digelar karena SDM yang dimiliki Basarnas tidak mencukupi. Menurutnya, salah satu caranya itu dengan memberikan pelatihan-pelatihan kepada masyarakat yang nantinya akan menjadi kepanjangan tangan Basarnas.

“Ketika ada musibah di Indramayu, karena Basarnas posisinya di Cirebon, maka kita siapkan teman-teman ini untuk dijadikan sebagai kepanjangan tangan Basarnas,” tandasnya. (cep)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *